Mountain Bromo we're coming, adalah pengalaman perdana saya dan anggota serta pengurus PERGUNU PAC, Ngoro lainnya, ke lokasi wisata yang terkenal di belahan mancanegara. Siapa sih yang tidak mengenal Bromo? Bromo salah satu gunung yang masih aktif di Jawa Timur selain gunung aktif lainnya. Pesonanya mampu menyihir jutqaan orang untuk mengunjunginya dan menyaksikan keelokan pasir serta kabutnya juga kawahnya yang tidak kalah penting.
Alhamdulillah saya bisa sampai di lokasi wisata Bromo karena PERGUNU PAC, Ngoro Jombang. Mungkin ini salah satu berkahnya bergabung dengan organisasi Islam Nahdlatul 'Ulama' yang didirikan oleh Khadrotus Syeh Hasyim 'As'ari dari Tebuireng Jombang. Ah saya tidak mau lama-lama curhat tentang ini, langsung saja kita baca essay perjalanan PERGUNU Ngoro menyaksikan Indahnya Sun Rise kanpung Tengger Bromo, cikidoottt ...
Tiba di lokasi
TENGGER - 11 Mei 2017 kurang lebih pukul 04.45 kami rombongan dari PERGUNU PAC. Ngoro Jombang mendaratkan kaki di pelataran lokasi parkiran Gunung
Bromo. Hawa dingin yang begitu menyengat serta menghujam pori-pori kulit, membuat kami seketika itu sejenak enggan untuk turun sebahagiannya.
Foto yang saya ambil ketika matahari terbit kurang lebih sudah 40-an menit
Namun apa yang kami lihat di ufuk timur sana, ha, matahari terbit, Sun Rice?. Alhamdulillah kami satu rombongan masih bisa menikmati indahnya semburat cahaya yang memanjang dengan warnanya yang orange, coklat, kebiruan dipadu sedikit garis warna kemerahan, menambah perfect-nya pesona Sun Rise pagi itu. Meski kita tidak bisa menyaksikan dari awal munculnya Dewi Penghangat Bumi, tidak apa-apa. Ini sudah mampu mewakili rasa penasaran kami terhadap si-Sun-Rice (dewi Penghangat Bumi), julukan dari saya pribadi.
Ketika Sun Rise Menyisakan Jejaknya
Pesona Sun Rice pagi itu telah mengikis habis seluruh gerah serta rasa capek kami usai perjalanan dari Jombang, ke Makam KH. Hamid Pasuruan ke Bromo. Seketika kami berhamburan keluar dari elf long milik pengusaha transportasi dari Peterongan Jombang yang disewa oleh panitia. Rupa-rupa warna dan merk mobil pribadi terlihat sudah berjejer rapi di pelataran parkir perkampungan Tengger. Karena letak dataran yang tidak sejajar atau karena bukan dataran rendah maka tampak di sana sini ada mobil (di depan rumah penduduk).
Sebahagian dari kami ada yang mengabadikan indahnya sun rice itu dengan mengambil gambarnya, juga ada yang merekam menggunakan video. Ada juga yang mengabadikannya dengan berselfi layaknya seorang model, hehe seperti saya juga. Namun sayang tidak terlihat jelas gambarnya karena saat itu masih terlalu pagi.
Bu Luluk, bu Papik (panitia) saat menikmati sunrice
Tetapi ada juga yang seketika turun dari mobil berhamburan keluar untuk mencari sebuah toilet untuk ... termasuk saya juga, tahu kan yang saya maksud. Karena sudah sejak memasuki kampung Tengger didera gelisah dengan perut masing-masing. Ada juga yang menuju sebuah warung kopi untuk sekedar menepis dan mengusir hawa dingin yang sedari memasuki kampung Tengger sudah berusaha untuk memasuki medan-medan tempur tubuh kami.
Namun dibalik itu semua kami tidak melupakan kewajiban yang utama mendirikan Sholat Shubuh, alhamdulillah ada musholla kecil di sana sehingga kami dapat menunaikan kewajiban rukun Islam nomer dua, Sholat setelah Syahadad.. Tetapi sepertinya ada juga yang menunaikannya di dalam kendaraan saat menuju lokasi Bromo.
Usai menunaikan keawajiban Sholat Shubuh, kami peserta Road To Mountain Bromo segera prepare segala sesuatunya yang dibutuhkan saat turun menuju padang sahara untuk mengarungi lautan pasir mrnuju puncak Kawah Bromo. Mulai dari memakai jaket, masker, kaca mata, sepatu, sarung tangan, sleyer semua sudah terpasang di tubuh masing-masing anggota PERGUNU Ngoro.
Seperti ini perlengkapan mengarungi lautan pasir
Oh ya yang nggak kalah penting, persediaan minuman entah itu teh, kopi, atau sejenisnya. Namun yang the best one-nya masih air bening. Mengkonsumsi air bening akan menjaga keadaan tubuh tetap sehat dan organ-organ di dalamnya bisa bekerja secara maksimal. Sebagian tubuh manusia sangat membutuhkan asupan cairan contohnya kulit, jantung hingga otak. Meskipun tidak berwarna dan tidak berasa, air putih memiliki fungsi yang sangat penting bagi kesehatan tubuh manusia.
Namun sayang sekali di antara kami peserta terlihat sudah ada yang mencuri start duluan, sehingga tidak bisa berangkat bersama-sama menuju lautan pasir Mountain Bromo.
Ketika start menuju lautan pasir Bromo
Haha, cukup ini saja ya moment kami saat menyaksikan Sun Rice di pukul 04.45. Giliran saat yang lain saya akan menceritakan kisah perjalanan kami peserta Road T Mountain Bromo PERGUNU PAC. Ngoro Jombang hingga mencapai puncak kawahnya.
Trimakasih ...
Bersambung ...
Oleh; Nur Zaidah
Oh ya yang nggak kalah penting, persediaan minuman entah itu teh, kopi, atau sejenisnya. Namun yang the best one-nya masih air bening. Mengkonsumsi air bening akan menjaga keadaan tubuh tetap sehat dan organ-organ di dalamnya bisa bekerja secara maksimal. Sebagian tubuh manusia sangat membutuhkan asupan cairan contohnya kulit, jantung hingga otak. Meskipun tidak berwarna dan tidak berasa, air putih memiliki fungsi yang sangat penting bagi kesehatan tubuh manusia.
Namun sayang sekali di antara kami peserta terlihat sudah ada yang mencuri start duluan, sehingga tidak bisa berangkat bersama-sama menuju lautan pasir Mountain Bromo.
Ketika start menuju lautan pasir Bromo
Haha, cukup ini saja ya moment kami saat menyaksikan Sun Rice di pukul 04.45. Giliran saat yang lain saya akan menceritakan kisah perjalanan kami peserta Road T Mountain Bromo PERGUNU PAC. Ngoro Jombang hingga mencapai puncak kawahnya.
Trimakasih ...
Bersambung ...
Oleh; Nur Zaidah




PAC, PC itu penulisan nya kurang tepat, untuk tingkat kecamatan itu PAC Ngoro, untuk tingkat kabupaten itu PC Jombang.
BalasHapusTerima kasih berita atau artikel nya
Alhamdulillahirobbil'alamiin .... trimakasih pak sukardi atas koreksinya. Demi kebaikan kedepannya.
Hapus