BUKU KHILAFAH DAN
KERAJAAN
Judul Buku : Khilafah dan Kerajaan (Evaluasi Kritis atas
Sejarah Pemerintahan Islam)
Diterjemahkan dari : Al-Khilafah wa
Al-Mulk
Penulis
: Abul A’la Al-Maududi
Penerjemah
: Muhammad Al-Baqir
Pengantar
: M. Amien Rais
Penerbit
: Mizan
Cetakan
: VII/November 1998
Jumlah
: 456 hlm; 2,2 cm
Buku ini juga merangkum spektrum yang sangat luas,mulai
dari konsep Islam tentang Pemerintahan, penyimpangan-penyimpangan oleh Bani Umayyah,
Abasiyah, hingga kristalisasi Ahlus-Sunnah Wal-Jama’ah dan kodifikasi hubungan
hubungan Islam olehImam Abu Hanifah dan Abu Yusuf. Sehingga buku ini sempat
menyulut kontroversi dikalangan ulama’ konservatif, sehingga penulis terpaksa
memuat tanggapannya atas kecaman-kecaman yang dilontarkan.
Beberapa analisis
telah disajikan oleh Al-Maududi dengan tajam dan evaluasi yang sangat berani
atas kurun waktu yang kelam dalam sejarah pemerintahan Islam, setelah
sepeninggal Rosulullah SAW.
Buku ini
juga merangkum spektrum yang sangat luas, mulai dari konsep Islam tentang Pemerintahan,
penyimpangan-penyimpangan oleh Bani Umayyah, Abasiyah, hingga kristalisasi
Ahlus-Sunnah Wal-Jama’ah dan kodifikasi hubungan hubungan Islam olehImam Abu
Hanifah dan Abu Yusuf. Sehingga buku ini sempat menyulut kontroversi dikalangan
ulama’ konservatif, sehingga penulis terpaksa memuat tanggapannya atas
kecaman-kecaman yang dilontarkan.
Buku ini pada lembaran awalnya berisi
pengantar dari seorang tokoh Muhammadiyah Bapak Amien Rais, yang memaparkan tentang
biografi penulis yang merupakan seorang pemikir pembaharuan Islam. Tidak kurang
dari 138 buku telah ditulis Abul A’la Al-Maududi, mulai dari masalah sejarah,
pendidikan, hukum, politik, ekonomi, modernisasi, Al-Quran, strategi
perjuangan, ibadah, kedudukan wanita dalam perjuangan dan lain-lain.
Teori Politik Islam menurut
Al-Maududi adalah bahwa kedaulatan (souverenitas) ada di tangan Tuhan bukan di
tangan manusia dan bahwa Tuhan sajalah yang berhak menciptakan hukum (A-Quran
12;40, 3;154, 79;16 dan lain-lain). Berbeda dengan teori demokrasi bahwa
kedaulatan ada di tangan rakyat. Alasan Al-Maududi adalah karena banyak sekali
penyelewengan praktik demokrasi, dan sering berlaku hukum besi oligarki (the
iron law of oligarchy) yaitu kelompok penguasa yang bekerja sama untuk
menentukan kebijaksanaan politik, ekonomi, negara tanpa menanyakan bagaimana
sesungguhnya aspirasi rakyat yang sebenarnya.
Al-Maududi meninggal pada tahun
1953 karena dijatuhi hukuman mati oleh pemerintahan Pakistan karena masalah
yang berkaitan dengan sekte Ahmadiyak Qadiani.
Ringkasan Buku
Buku ini sengaja penulis paparkan gambaran tentang
ajaran-ajaran Al-Quran yang diterapkan dalam pemerintahan Islam pada zaman Nabi
Muhammad SAW. Prinsip-prinsip yang
menjadi dasa khilafah pada masa pemerintahan ke-empat sahabat beliau yang terkenal
dengan sebutan Khulafa’urrosyidin.
Sepeninggal Rosulullah SAW atau saat zaman khulafa’urrosyidin
pemerintahan Islam dilanda pergantian cara pemilihan khalifah (pengganti). Juga
terjadinya penyimpangan-penyimpangan dalam pemerintahan Islam yang semula
menganut sistim khilafah tapi sudah menjelma menjadi sistim kerajaan pada masa
Bani umayyah dan Bani Abbas. Sehingga
khilafah rasyidah kehilangan eksistensinya, perang saudara tidak bisa
dielakkan, akibatnya muncul perselisihan-peselisihan kemazhaban dalam barisan
Islam. Setiap masalah baru menimbulkan firqah (kelompok) yang kadangkala
terpecah lagi menjadi kelompok aliran sempalan yang kecil. Tak ketinggalan juga
masa kejayaan Pemerintahan Islam yang sesuai dengan ‘al-khilafah ar-rasyidah
(khilafah yang adil dan benar).
Penulis juga menjelaskan tentang Imam Abu Hanifah yang
mengkodifikasikan akidah Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah serta kiprah Abu Yusuf dan
karyanya yang agung Kitab Al-Kharaj pada masa pemerintahan saat itu.
Isi Singkat
Sampul buku yang cukup memikat pembaca untuk ingin
mengetahui lebih lanjut apa yang tertulis dalam buku ini. Warna sampul hijau
tua kehitaman, di padu dengan tulisan judul yang indah “Khilafah dan Kerajaan”
juga ada simbol gambar dua buah pedang yang berbentuk mirip silang menambah lugas
apa yang tersirat di dalamnya.
Buku ini terdiri dari sembilan bab, setiap bab-nya penulis
menjelaskan secara detail sehingga menggiring pembaca untuk menebar
keingintahuannya tentang isi dari pada buku yang ditulis oleh Abu A’la
A-Maududi.
Bab pertama, penulis menjelaskan tentang dasar ajaran
Al-Quran yang diterapkan dalam pemerintahan Islam, dan undang-undang tertinggi
hanya milik Allah semata. Musyawarah adalah prinsip utama yang wajib
dilaksanakan oleh pemimpin suatu Negara. Tujuan dan sasaran negara adalah
menengakkan keadilan, menghentikan kezaliman serta menyebarkan kebajikan dan
memerintahkan pada yang ma’ruf dan mencegah pada yang mungkar. Dan Allah SWT
sangat membenci pada kezaliman (hal.75-76)
Bab ke dua, dasar-dasar pemerintahan dalam Islam yang
tertinggi adalah di tangan Allah serta pada hakikatnya khilafah atau perwakilan
bersumber pada Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya (Q.S. 4;59,64,65,80, 105;5:44,
45, 47 ;7:3;12:40;24:54, 55;33:36;59:7) (hal.93).
Bab ke tiga, penulis memaparkan tentang kekhalifahan yang adil
dan benar serta ciri-cirinya sepeninggal Rasulullah SAW. Pemilihan secara
musyawarah dan langsung, kemudian tidak fanatisme kelompok, serta adanya jiwa
demokrasi pada saat pemilihan dan pemerintahannya.
Bebas mengeluarkan pendapat dalam musyawarah (hal.
130-131).
Bab ke empat, sesuai dengan judul buku yang ditulis oleh
Abu A’la Al-Maududi Khilafah dan Kerajaan, maka analisis beliau secara mendalam
berlakunya khilafah dalam kepemimpinan pemerintahan Islam yang berubah menjadi
sistim Kerajaan terjadi dalam 6 tahapan. Pertama terjadinya kekhawatiran Umar terhadap penggantinya
yang akan mengadakan perubahan politik yang telah diikuti sejak zaman Nabi
Muhammad SAW. Sampai pada saatnya sendiri dengan perlakuan khusus terhadap
kerabatnya sendiri. Ke dua Usman bin Affan r.a telah menyimpang dari kebijaksaan
ini. Tahap ke tiga sampai ke enam Sayyidina Ali bin Abi Thalib diangkat menjadi
khalifah pengganti khalifa Usman bin Affan sam pai pada Mua’wiyah sebagai
penguasa yang di sebut dengan raja pertama pertama dalam sejarah Islam.
Bab ke lima, perbedaan sistim khilafah dan kerajaan di
antaranya adalah pengangkatan khalifah, perubahan cara hidup, perubahan kondisi
baitul mal, lenyapnya kemerdekaan berpendapat, berakhirnya pemerintahan berdasarkan
musyawarah, munculnya fanatik, hilangnya kekuasaan hukum.
Bab ke enam, penulis menganalisa tentang adanya pertikaian yang ditimbulkan oleh munculnya beberapa mazhab dalam barisan ummat Islam dan ini terjadi karena tidak berlaku lagi sistim khilafah.
Yang pada akhirnya kholifah Usman bin Affan terbunuh oleh kelompok-kelompok yang tidak puas atas pemerintahannya. Yang mengakibatkan terjadinya perang saudara, Perang Onta, Perang Shiffin, pertempuran Nahrawan.
Sehingga rakyat menjadi bingung dan menimbulkan banyak tanya di benak mereka. Siapa yang berada di atas jalan kebathilan? Mengapa mereka bertahan di atas jalan kebathilan? Serta banyak pertanyaan lain yang membuat rakyat semakin bingung dan didera gelisah yang tiada ujung dan pangkalnya. Akibatnya lahirlah jawaban-jawaban dari pertanyaan mereka sendiri dan terbentuk teori-teori politik, keagamaan, yang ujungnya teori-teori dari kelompok-kelompok tersebut berubah menjadi ideologi mereka.
Bab ke enam, penulis menganalisa tentang adanya pertikaian yang ditimbulkan oleh munculnya beberapa mazhab dalam barisan ummat Islam dan ini terjadi karena tidak berlaku lagi sistim khilafah.
Yang pada akhirnya kholifah Usman bin Affan terbunuh oleh kelompok-kelompok yang tidak puas atas pemerintahannya. Yang mengakibatkan terjadinya perang saudara, Perang Onta, Perang Shiffin, pertempuran Nahrawan.
Sehingga rakyat menjadi bingung dan menimbulkan banyak tanya di benak mereka. Siapa yang berada di atas jalan kebathilan? Mengapa mereka bertahan di atas jalan kebathilan? Serta banyak pertanyaan lain yang membuat rakyat semakin bingung dan didera gelisah yang tiada ujung dan pangkalnya. Akibatnya lahirlah jawaban-jawaban dari pertanyaan mereka sendiri dan terbentuk teori-teori politik, keagamaan, yang ujungnya teori-teori dari kelompok-kelompok tersebut berubah menjadi ideologi mereka.
Sampai pada pemerintahan Bani Umayyah dan Bani Abbas syarat adanya pertikaian, pembunuhan dan berlanjut pertikaian di bidang ideologi, akidah, kekerasan. Bersamaan dengan itu setiap perdebatan, pertikaian muncul firqah (kelompok).
Firqah itu antara lain, Syi'ah, Kawarij, Murji'ah, Mu'tazilah, yang merupakan akar dari sebuah pertikaian
Adalah kiprah seorang imam Abu Hanifah seorang pemimpin keagamaan dan karya agungnya yang mengkodifikasikan akidah Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah serta kiprah Abu Yusuf dan karyanya yang agung Kitab Al-Kharaj pada masa pemerintahan saat itu.
Pada akhir buku ini belia Abu A’la Al
maududi menyebutkan protes-protes yang dilayangkan terhadap buku tersebut,
mengingat betapa penting dan sensitifnya pembahsan buku ini karena diantaranya
berkaitan denga kedudukan sahabat sendiri.
Sebagaimana jawaban Abu A’la Al Maududi
dalam buku tersebut bahwa Diantara tujuan dari penulisan buku ini adalah untuk
menjawab tuduhan-tuduhan orientalis terhadap sejarah islam. terutama aspek
politik islam dan pemerintahan dalam sejarah islam, sehingga seringkali terjadi
penyelewengan dan mengaburkan kemulian islam itu sendiri dan membuat generasi
islam antipati terhadap khazanahnya sendirinya.
Buku ini adalah jawaban yang cukup jelas dan lengkap bagi pembaca yang begitu penasaran dengan adanya 4 mazdhab yang ada di dunia. Juga sebagai pembelajaran bagi ummat Islam pada umumnya di mana, dan mau dibawa kemana agama Islam ii kedepannya tergantung kita sendiri dan para ulama' serta umara'.
Juga untuk meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah dengan bercermin pada perjuangan Rasulullah dalam menegakkan agama Islam juga pengorbanan para kholifah dalam mengibarkan panji Islam.
Oleh; Nur Zaidah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar