Selasa, 27 Maret 2018


Asal Mula Hari Air Sedunia




Word Day For Water atau hari air sedunia diperingati setiap tanggal 22 Maret 1993. Tanggal tersebut ditetapkan sebagai Hari Air Sedunia, tepatnya pada tahun 1992 PBB yang mengurusi lingkungan dan pembangunan (UNCED-United Nations Conferece on Environment and Development), mengadakan Sidang Umum Majelis Umum di Rio Jeneiro Brazil, pada 22 Desember 1992. Sejak itulah diperingati hari air sedunia.

Asal Mula Hari Air

Air merupakan sumber daya alam yang dibutuhkan oleh semua mahluk hidup di dunia ini. Karena air adalah salah satu tanda adanya suatu hidup dan kehidupan, atau peradaban manusia.

Salah satu kebutuhan manusia untuk bertahan hidup di dunia adalah air. Manusia dapat hidup di dunia ini karena ada air, tidak ada manusia satu-pun yang mampu bertahan hidup tanpa adanya air. Air sangat bermanfaat bagi manusia, untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Untuk minum, mandi, mencuci, dan lain-lain. Sebab itu sudah sewajarnyalah setiap manusia berhak mendapatkan sumber air bersih bagi kelangsungan hidupnya.

Namun kenyataan yang kita lihat banyak sekali manusia yang tidak mendapatkan sumber air bersih, sehingga mendatangkan kesulitan dalam menjalani kehidupannya.

Banyak sekali faktor yang menjadi penyebab itu semua, mulai dari keadaan geografis tiap daerah yng berbeda. Lalu, bisa juga adanya pengolahan sumber air yang keliru, sehingga tidak dapat maksimal melayanani masyarakat karena terjadi adanya pengelolaan sumber daya air yang salah sehingga, merusak sumber air tersebut. Sehingga menerbitkan keprihatinan pada lembaga air dunia.

Penggunaan air yang berlebihan, membuang air dengan menggunakan keran air yang melimpah setiap hari.

Fakta adanya satu diantara sembilan orang (2,1 milyar penduduk dunia) belum memiliki akses air yang merupakan hak azazi manusia. Yang otomatis sangat berpengaruh pada kesehatan mereka, pendidikan, serta mata pencaharian mereka.

Penyebab-penyebab di ataslah yang menjadikan keprihatinan pada lembaga dunia tersebut di atas atau lembaga PBB yang mengurusi lingkungan dan pembangunan.

PBB bersama anggota negara telah mempromosikan konservasi air secara global melalui kegiatan yang nyata. Kampanye ini secara khusus dipromosikan oleh salah satu badan PBB dan bekerja sama dengan masyarakat untuk mendengarkan dan memahami tentang masalah air dan berkoordinasi dengan kegiatan Internasional untuk Hari Air Sedunia.

Adapun tujuan utama Hari Air Sedunia (Word water Day) adalah untuk mengundang semua kalangan masyarakat, baik personal maupun organisasi untuk ikut serta berperan sertamembantu mereka yang kesulitan sekligus menjaga berbagai sumber air yang ada di muka bumi.

pemilihan tema pada setiapan peringatan hari air dipercayakan pada sebuah badan lembaga koordinasi yang disebut dengan un-water atau united nation water. Yang Bertanggung Jawab Terhadap Pelaksanaan Segala Usaha Dan Tindakan Yang Berkaitan Dengan Dunia Air, Baik Sumber Di Darat, Di Laut.

Mengingat Hari Air Sedunia melibatkan banyak sekali unsur dan pihak untuk memastikan tujuan akhirnya terlaksana, pad atahun 2003, dibentuk sebuah badan koordinasi yang dikenal dengan UN-Water. Badan ini dibentuk setelah pelaksanaan Pertemuan Dunia Tentang Pembangunan Yang Berkelanjutan (World Summit on Sustainable Development)

UN-Water adalah singkatan dari United Nation Water, badan antar agensi yang merupakan koordinator bagi semua stakeholder dalam pelaksanaan segala usaha dan tindakan yang berkaitan dengan Dunia Air, baik sumber air di darat dan di laut. Badan ini merupakan penanggungjawab dalam pelaksanaan peringatan Hari Air Sedunia.(zaida)

Jombang, 28 Maret 2018


Referensi;
1.http://www.berberita.com/2017/01/35-arti-mimpi-air-melihat-jernih-keruh-banjir-laut-sungai.html
2. https://eloratour.wordpress.com/tag/sejarah-hari-air-sedunia/








Minggu, 18 Maret 2018







Semua Peristiwa Atas Kehendak-Nya dan Hanya Allah Yang Maha Tahu


Setiap kejadian yang dialami oleh manusia di dunia ini semuanya terjadi karena kehendak Yang Maha Kuasa Allah SWT. Baik itu kejadian membahagiakan, menyedihkan, penuh canda tawa atau pun sarat dengan air mata.

Firman Allah SWT,
“Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”(QS;Thaha,3)

Sebagian banyak orang mengatakan bahwa, apa yang dialami oleh manusia di dunia ini adalah sekenario dari Tuhan, kita sebagai manusia ciptaan-Nya hanya bisa menjalankannya ibarat sebagai pemain drama di dalamnya. Dan artinya pula bahwa kejadian di bumi dan di langit semuanya atas kehendak Allah SWT. Begitu rapinya Allah SWT. Mengatur dengan sedemikian rupa, bahkan tumbuhnya rumput-rumput kecil di jalanan, di hutan, di padang gersang dan gugurnya daun-daun kuning di setiap pohon, semuanya atas kehendak-Nya. Dan tidak ada satu pun kisah di dunia ini yang serba kebetulan, namun semuanya sudah ditata rapi oleh yang Maha Berkehendak Allah SWT. Namun apakah benar, banyak kejadian yang semuanya serba kebetulan?

Cobalah kita simak cuplikan kisah hidup anak manusia ini;
Ada sepasang suami istri yang setiap harinya melaksanakan aktifitas yang sama di setiap pagi dan siang hari. Suatu hari si-suami mengantarkan istrinya ke sekolah dasar untuk mengajar. Sesampainya di depan kantor, si-istri pun turun, bersalaman mencium tangan suaminya dan masuk ke dalam ruangan. Masih tujuh langkah kurang lebih si-istri masuk menuju ruang ceklok, namun tiba-tiba ada suara gaduh dari arah jalan raya. Sepertinya terjadi sebuah kecelakaan. Si-istri curiga jangan-jangan suara gaduh yang barusan saja ia dengar adalah benturan motor suamu dengan kendaraan tertentu. Si-istri begitu kalut, sebagian hatinya seperti lenyap begitu saja, yang ada dalam benaknya hanyalah maut dan maut. Kemudian seluruh siswa sekolah dasar tersebut berlarian menuju tempat kecelakaan, lalu kembali putar balik menuju kantor. Sembari berteriak “suami ibu kecelakaan, suami ibu kecelakaan.” Hati si-istri tersebut semakin hancur lembur dan tanpa pikir panjang ia-pun lari sekencang-kencangnya menuju lokasi kecelakaan yang tepatnya di depan sekolah. 

Sesampainya di lokasi, tepatnya di bibir jalan raya, si-istri melihat dari seberang jalan suaminya berjalan sedikit terpincang sembari menuntun motor dengan hati-hati.
Seperti mendapatkan gutyuran air hujan yang satu tahun tidak turun, hatinya menjadi dingin, sejuk, dan lambat laun kedamaian menyelinap dalam ruangan hatinya, ketenangan terbaca di air muka si istri. Ia bersyukur kepada Allah dengan berguman lirih mengucapkan kalimat “Alhamdulillahirobbil’alamiin,” terima kasih ya Rabbi Engkau telah menyelamatkan suami hamba, sambungnya lagi.

Ketika ia berjalan menuju warung yang sudah reok dan sudah dikerumuni banyak orang yang penasaran dengan kejadian pagi itu, banyak orang yang berbisik kepadanya dan menunjuk ke arahnya. Sehingga terdengar suara “itu kan bu Ida guru sd situ,” ah ternyata banyak wali murid saya di sini, gerutunya. Mungkin juga ada yang melihat awal mula kecelakaan ini terjadi, sambungnya lagi.

Sesampainya di dalam warung, ia melihat suaminya duduk berhadapan di atas amben bambu. Tangan suaminya memegang dada kanan, sedangkan tangan bapak satunya memegang dada kiri. Keduanya seperti memendam rasa sakit yang begitu dalam, air muka  mereka berdua meringis menahan sakit. Sepertinya mereka berdua menderita luka dalam yang tepatnya di dalam dada. Entah itu tulang rusuk yang memar  atau bahkan tulang selangka yang patah, semua itu hanya ada dalam benak si-istri.

Dan yang pasti si-istri melihat ada luka di kaki kanan bawah suaminya dan di kaki kaki kiri bawah bapak yang menabrak juga ada luka, terlihat celana bagian bawah robek tergencet jalan beraspal.
Kemudian si-istri, si-suami dan bapak yang menabrak tadi salin tanya. Apa yang menyebabkan kecelakaan ini bisa terjadi. Dan si-bapak mengembalikan jawabannya kepada orang-orang yang mengerubungnya dan ternyata mereka yang menyaksikan kejadian awalnya. Lalu ada bapak yang menjadi sakisi kecelakaan itu terjadi bertanya apakah ini semua dilaporkan pada yang berwajib.? Kami bertiga seperti grop paduan suara menjawab bersamaan dengan kata “tidak, sebaiknya diselesaikan secara kekeluargaan saja” alhamdulillahirobbil’alamiin lagi-lagi si-istri mengucapkan kata syukur. Ia menjadi lega dengan peryataan dari bapak yang menabrak juga dari suaminya.

Singkat cerita, si-bapak yang kesakitan tadi akhirnya menunggu istrinya untuk menjemput dan membawanya ke tempat kerja untuk melakukan absen ceklok. Dan suami bu guru tadi pulang dengan membawa motor dan di tab oleh salah seorang guru dari sekolah dasar tersebut. Karena memang motornya tidak bisa ditumpangi sebab mesin blognya putus sehingga olinya merembes keluar terus sehingga motor tidak bisa dinyalakan.

Ketika istri dari bapak tersebut datang, dan subhanallah ia mengenali wajah bu guru dan ternyata mereka berdua adalah teman wali murid ketika anaknya masih berada di bangku MI dan MTs Tebuireng. Dan suasana begitu mencair, dua istri ini saling bercerita kalau anak merekan adalah teman baik, dan ternyata dua istri tersebut sering melakukan chating di whatsapp wali murid ketika anak mereka masih di bangku MTs. Mereka berdua saling bercerita tentang chatingnya mengenai belajar anak-anak, kapan ujian, dan hal-hal lain yang ada hubungannya dengan sekolah mereka. Mereka saling bertanya keadaan mereka, anak-anak mereka sekolah di mana. Canda tawa mereka terbit begitu saja diantara obrolannya.

Kemudian peristiwa tersebut menjadikan dua keluarga ini semakin akrab serta persaudaraan diantara mereka terjalin dengan baik. Yang semual tidak pernah bertemu, dipertemukan. Yang semula terpisah oleh waktu dipertemukan kembali dalam keadaan yang berbeda dan menjadikannya silaturahmi semakin erat. Merka saling berkunjung untuk sekedar melepas kangen dan menanyakan kabar. Dan kedua anak mereka meski beda gander, hubungan pertemanannya semakin baik, saling beri kabar, saling menasehati, menanyakan mata pelajaran sekolah dan lain sebagainya.

Nah apakah ini semua kebetulan, atau hanya rekayasa saja? Atau bahkan ada yang beranggapan bahwa ini semua hanya hayalan saya saja? Tapi baiklah itu anggapan yang sah-sah saja. Karena memang tidak mengalami kejadian tersebut di atas. Dan tetapi mengapa dua istri ini dipertemukan dalam insiden seperti itu, yang sedikit menyedihkan? Bukankah mereka berdua bisa bertemu dengan cara chating di grop atau japri istilah kerennya sekarang. Mengapa anak mereka dipertemukan lagi dalam keadaan yang membuat hati keduanya memaneh sedih karena melihat luka yang dialami oleh ayah mereka berdua? Mengapa ini semua terjadi? Apakah masih ada yang bilang ini semua kebetulan semata?

Semua peristiwa di dunia ini, di seluruh sudut kehidupan manusia sudah ada yang mengaturnya. Yang memegang dunia-lah, Yang Maha berkehendaklah yang telah mengatur semuanya. Kedua anak mereka yang telah terpisah oleh waktu, dipertemukan kembali oleh Allah. Kedua keluarga yang masing-masing suaminya tidak pernah bertemu, namun sengaja Allah pertemukan dalam suasana yang berbeda, entahlah apa tujuan selanjutnya dibalik peristiwa tersebut hanya Tuhan yang tahu. Kemudian mengapa kedua bapak yang kecelakaan di atas tidak saling emosi, mengumpat atau bahkan membentak-bentak lawannya? Mengapa mereka berdua saling diam, lalu menginginkan jalan damai? Ah semuanya tentu sudah Allah rencanakan, sudah Tuhan kehendali apa yang terjadi pada semua hamba-Nya. Tapi memang keadaan damai adalah yang diharapkan oleh kedua bapak tersebut.

 Coba pembaca bayangkan, kecelakaan yang begitu dramatisnya, begitu rumitnya, mereka berdua selamat, hanya luka dalam yang tidak begitu parah. Tidak ada nyawa yang melayang, kalau bukan kehendak Allah, siapa lagi yang mampu menandingi rencana-Nya. Hanya Allah Yang Maha Mengatur semua mahluk-Nya di seluruh belahan bumi.

Terlihat disini ke-egoisan diantara mereka telah diusir Allah dari hatinya. Yang hanya ada rasa damai saja. Tidak ada emosi diantara mereka, saling menyadari bahwa semua yang terjadi hanyalah Allah yang menghendaki. Padahal secara manusiawi, jiwa kita tak luput dari rasa egois. Ketika kita berencana melakukan susuatu dan kemudian mengalami kegagalan karena ulah seseorang. Kita tentunya cenderung akan marah, menyesal akan usaha kita yang gagal dan lalu timbullah kata “seandainya ... tidak ada atau tidak terjadi kecelakaan ini ....”

Mereka tidak tahu bahwa dibalik kejadian itu, ada rencana Allah yang manis tentunya. Ada silaturahmi yang terputus kemudian tersambung lagi, ada persaudaraan yang belum terjalin, lalu tertaut karena kejadian kecelakaan itu.

Firman Allah SWT.
“Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya−sebagaimana tetapnya kalung−pada lehernya. DanKami keluarkan baginya pada Hari Kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka,” (QS Al-Isra’[17]:13)

Padahal kita mengetahui bahwa sifat mengandai seperti itu adalah dilarang dalam Islam, melamun apa lagi. Manusia cenderung ingin berhasil sesuai yang ia harapkan, mengendarai motor sampai di tempat kerja, ceklok lalu duduk dan melakukan aktifitas seperti biasa. Berhasil dalam usaha, sekolah, kuliah, pernikahan itulah yang ada dalam benak setiap manusia. Namun dibalik itu Islam memberikan nasehat yang indah, manusia hanya mampu berusaha, berencana tapi Tuhan-lah yang menentukan hasil akhirnya sesuai dengan ikhtiar manusia. Allah mengabulkan semua doa-doa manusia, mengabulkan apa yang dibutuhkannya bukan apa yang diinginkan manusia. Dan Allah Maha Tahu segala rahasia manusia kedepannya, ingin sukses, kaya, jabatan tinggi dan lain sebagainya. Apabila kita mencapai sesuatu dengan cara yang instan atau cepat tanpa proses yang sedemikian rupa, maka manusia akan menjadi sombong, lupa diri, lupa bersyukur kepada Allah.

Firman Allah SWT:
“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)Ku. (QS Al-Baqarah,152)

Allah telah menentukan semua nasib hamba-Nya baik itu maut, rizki, jodoh yang akan mengikuti manusia kemanapun mereka pergi serta beraktifitas. Semua itu sudah dicatat Allah dalam Lauh al-Mahfuzh. catatanya  Kita sebagai hamba-Nya   wajib untuk berikhtiar, berdoa dan senantiasa berbuat baik dengan sesama. Tidak ada yang perlu disesalkan terhadap semua yang telah terjadi, karenan dibalik semua peristiwa pasti Allah sudah sediakan hikamahnya yang indah bagi semua hamba-Nya. Dan yang terbaik bagi manusia adalah rajhasi bagi Allah. Dan bahwasanya yang terjadi pada semua mahluk-Nya adalah atas kehendak-Nya dan bukan karena kebetulan, ada tangan-tangan Allah di situ. Karena Allah adalah sutradara di atas sutradara, pemegang kekuasaan yang Hakiki.



Wallahu’a’lam. (Nur Zaidah)

Jombang, 19 Maret 2018

#Writing Challenge
 Referensi:
1.http://fgulen.com/id/karya/qadar/49473-qadga-dan-takdir-dilihat
2.https://mbakarlin.wordpress.com

Jumat, 16 Maret 2018

Sebuah Pertemanan




  Ketika Silaturahmi



Mempunyai teman yang banyak dalam sebuah pergaulan merupakan suatu kebahagiaan tersendiri 
bagi saya hususnya dan bagi kalian sebagai pembaca artikel ini tentunya. 


Mempunyai teman yang banyak dalam sebuah pergaulan merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi saya hususnya dan bagi kalian sebagai pembaca artikel ini tentunya. 

Karena dengan mempunyai teman kita akan memperoleh keberuntungan-keberuntungan. Baik keberuntungan rizki, mendapatkan bantuan ketika dalam keterpurukan atau kesusahan yang tiada berkesudahan. Di manapun dan ke manapun kita pergi jika mempunyai teman pada lokasi yang kita tuju maka beruntunglah kita. 


Dalam ajaran Islam teman dalam pergaulan adalah orang-orang yang peduli pada kita, dengan catatan teman tersebut tidak akan menggiring kita pada hal-hal yang bersimpangan dengan didikan agama. Namun pada kenyataannya ada juga teman-teman yang sengaja mengajak kepada kita untuk berjalan berbelok ke kiri, bahkan pada kemaksiatan. Pintar-pintarnya saja kita memilih seorang teman yang nantinya pasti akan membawa dampak kepada kita, keluarga kita, bahkan masyarakat sekitar kita.



Ketika Menghadiri Undangan    



Dampak baik dan buruk akan menimpa diri seseorang akibat dari sebuah pergaulan tersebut. Dampak di dunia juga nantinya di akhirat.

Lalu, begitu signifikankah dampak baik dan buruk berteman dengan seseorang yang akan menggiringnya pada keterpurukan hidup atau yang akan menggiringnya pada kebaikan-kebaikan hidup?

Lalu bagaimana agar seseorang terhindar dari teman yang mengajak kepada kejelekan?



Dampak berteman bagi seseorang


Teman adalah orang ke tiga di luar keluarga kita, dan guru di sekolah. Ketika kita mempunyai masalah maka temanlah yang membantu kita. 



Namun tidak semua teman dapat menyisihkan waktunya untuk membantu teman lainnya. Terkadang karena kesibukan yang menghadangnya, mereka tidak dapat selalu ada buat kita.

     Saat'saat yang membahagiakan


Saya sangat terusik dengan kata-kata indah dari seorang seniman, penyair dan penulis Lebanon Amerika ini;

“Sahabat yang baik adalah mereka yang mengisi kekuranganmu dan bukan mengisi kekosonganmu.”(Kahlil Gibran)



Teman adalah anugerah yang terindah yang Allah hadiahkan untuk seseorang. Jika seorang sahabat baik pada seseorang, maka dia akan melindunginya. 

Jika ia melihat sesuatu yang kurang baik darimu , maka ia akan mengingatkanmu dan menutupnya. Ketika ada kesalah pahaman maka ia akan mengalah demi kepentingan pertemanannya.

Rosulullah SAW. Bersabda:

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli mnyak wangi darinya, dan kalaupuntidak, engkau akan mendapatkan bau harum darinya. Sedangka pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakianmu, dan kalaupun  tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.”(HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)




Mempunyai teman akan mengakibatkan 2 hal yang tidak mungkin kita dapat hindari. Hal pertama mendapatkan kebaikan, dan yang ke dua mendapatkan kejelekan. 

Jika kita mendapatkan teman yang baik, dan bergaul dengannya. maka kita akan menjadi baik dan sebaliknya jika kita bergaul dengan teman yang perangainya buruk, maka kita akan mendapatkan keburukan pula, atau bahkan kemaksiatan.


Ketika seseorang mempunyai teman yang sholeh, maka banyak manfaat yang didapatkannya. Paling tidak seseorang tersebut akan tercegah dari perbuatan-perbuatan buruk serta maksiat, ataupun terhindar dari kata-kata kotor. Teman yang sholeh akan senantiasa menjaga temannya dari hal-hal maksiat dan senantiasa selalu mengajak kepada kebaikan. 

Dan tanpa disadari ia akan mencontoh peri laku yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan mampu untuk menguatkan iman, dan senantiasa terus menebarkan kebaikan di mana-mana.



Manfaat memiliki teman yang baik, akan dibawa sampai ke akhirat kelak, bukan hanya di dunia fana. Teman yang kita punya akan memiliki kedudukan tersendiri dalm hidup kita atau seseorang. Tanpa teman, jalan hidup yang akan dilalui oleh seseorang akan menjadi sepi, hampa dan berat. Ketika kita salah melangkah, maka temanlah yang akan mengingatkan, begitu pula sebaliknya.





Rasulullah SAW. Bersabda;

“Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian.”(HR.Abu Daud,no.4833;Tirmidzi,no.2378,dan Ahmad,2:344.Al-Hafizh Abu Thahir mengatakn bahwa sanad Hadits ini shahih)



Imam Al-Ghazali rahimahullah mengatakan,


“Bersahabat dan bergaul dengan orang-orang yang pelit, akan mengakibatkan kita tertular pelitnya. Sedangkan bersahabat dengan orang yang zuhud, membuat kita juga akan ikut zuhud dalam masalah dunia. Karena memang asalnya seseorang akan mencontoh teman dekatnya.”(Tuhfah Al-Ahwadzi, 7:94)




Faedah Mempunyai Teman


Faedah dari pada mempunyai teman yang baik dan sholeh antara lain:



1.Akan mengajak kita untuk beramal shalih, serta akan mengingatkan kita ketika salah langkah

2.Senantiasa tolong menolong dalam hal kebaikan
3.Selalu mendoakan yang terbaik bagi temannya
4.Dapat menimba ilmu kebaikan darinya
5.Akan dibangkitakan bersama temannya di akhirat nanti
6.Mempererat tali silaturahmi


Dan sebaliknya kerugian memiliki teman yang buruk perangainya, anatara lain;
1.Akan terjerumus dalam kemaksiatan
2.Akan membahayakan diri sendiri baik di dunia dan di akhirat kelak
Apa yang saya paparkan di atas semoga kita dapat mengambil hikmahnya. Dan semoga kita terhindar dari teman-teman yang perangainya buruk. Yang akan menyeret kita pada hal-hal yang berbau kemaksiatan, na’udzubillah ....

Semoga kita dipertemukan Allah dengan teman-teman yang baik serta sholih shalihah baik di dunia maupun di akhirat. Aamiin...


Jombang, 16 Maret 2018

Penulis: Nur Zaidah


Referensi:

1.http://pengertianpertemanan.blogspot.co.id/201505/a.html?m=1

2.http://muslim.or.id/887

3.www.kabarmakkah.com/2016/04/ini-3-manfaat-memiliki-teman-yang-baik-menurut-islam.html

4.http://rumayso.com/13311-manfaat-teman-yang-baik.html

Senin, 22 Januari 2018

Resensi Memanjat Pesona







Resensi Novel Memanjat Pesona

Judul                           : Memanjat Pesona
Genre                          : Novel
Pengarang                   : Nun Urnoto El Banbary
Penerbit                       : CV. Pustaka Ilmu Group Yogyakarta
Tahun Terbit                : 2013
Ketebalan Buku          : 202 Halaman


Ini adalah novel pertama lainnya karya Nun Urnoto El Banbary, Memanjat Pesona, Jalan Terjal Meminang Cinta sesudah sebelumnya terbit novel yang berjudul Anak-anak Revolusi yang menyabet juara 1 di Penerbit AGP 27 Agustus 2013.

Sebuah novel yang mengisahkan tentang perjalanan cinta seorang santri pada sebuah pesantren yang memasuki perjalanan kehidupan yang baru setelah tiga hari ia keluar atau lulus dari pesantren.
Ia mulai mengenal dunia yang amat sangat jauh berbeda dengan dunia kitab kuning, kitab gundul.

Dunia yang ia kenal sekarang adalah dunia yang tidak hanya berwarna kuning saja, akan tetapi penuh warna warni, indah, penuh pelangi. Bahkan terkadang vulgar.

Setelah 13 tahun lamanya berkutat dengan lantunan ayat-ayat suci Alquran, sarung, kopyah, serta hanya mengenal syair-syair cinta dari syair Arab. Keelokan dari kata yang terdiri dari lima aksara tersebut hanya melayang, mengapung, dalam imajinasi semu.

Bagai dendam kesumat, 3 hari setelah keluar dari pesantren yang memenjarakannya selama 13 tahun, tiba-tiba saja Belia mengikrarkan hatinya untuk seorang gadis jelita dari tanah Pakuniran.
Seumur-umur, ia belum pernah jatuh dalam kubangan lumpur cinta yang maha dasyat. Ia hanya mendengar dari cerita novel, cerpen, atau mendengar dari syair-syair cinta dari Nadham Alfiya yang ia baca usai badannya terpenjara dalam penjara suci.

Ketika matahari merayap di atap-atap rumah. Ketika embun pagi mulai beranjak dari dedaunan, dan ketika peluh berleleran di antara orang-orang yang berlari pagi, dendam masa laluku menyelinap dan mulai bereaksi.

Di depan museum Bung Karno, saat barisan orang-orang yang berlari pagi hanya memedulikan keringatnya sendiri, mataku melekat tepat pada seraut wajah yang serasa pernah kujumpai, tapi entah dimana? Aku tak ingat lagi. ( hal: 3)

Ia seorang gadis bertubuh semampai, jalannya neter kolenang. Wajahnya bercahaya. Kerling matanya mampu mendamaikan kemelut hati yang durja.
Sebelum aku mengajaknya berkenalan, sudah kuhafalkan kuat-kuat namanya ketika disebut pada acara itu.

Hampir beberapa waktu aku memikirkan namannya, sebab bila tidak akan hilang begitu saja. Aku paling susah mengingat nama dan angka.
Namanya Luna Nyata. Aku lebih suka memanggilnya Luna. Panggilan yang mudah untuk kulafaldzkan asmanya. Jiwaku seperti di tumbuhi bunga, atau terasa mengapung ke angkasa raya. Nikmatnya tiada terkira. Luar biasa! Bagi yang belum pernah jatuh cinta, boleh tidak percaya.
Beberapa saat kemudian, keringat dingin segera mengucur dari keningku, bahkan mulai bermunculan di setiap pori-poriku yang tersembunyi di balik bajuku.

Metabolisme tubuhku seperti dipaksa berpacu oleh jantungku. Dag-dig-dug mengetuk-ngetuk dinding hati yang menebal.
Entah apa yang terjadi dengan jantung dan hatiku? Sepertinya tengah berevolusi ke satu titik. Menggeliat nggeliat mencari satu alamat. Merekontruksi sel-sel cintaku yang pernah non aktif selama tiga belas tahun lamanya.

Dari sinilah Balia, atau nama panjangnya Danial Jawala Balia mengenal sosok Luna Nyata, gadis dari pakuniran yang membuat ia terpesona.
Laksana anak panah yang lepas dari busurnya, mengenal Luna Nyata, sosok perempuan satu ini, sungguh tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata dan merupakan sesuatu yang amat sangat luar biasa bagi Balia.

Dan sangatlah manusiawi, karena selama di pesantren sosok perempuan adalah mahluk haram yang bagi warga pesantren putra. Jangankan menjalin cinta, melihatnya saja akan dihukum gundul dan disuruh berlari tujuh belas kali putaran mengelilingi pesantren yang luas.

Kali ini Balia tidak lagi berkhayal bahkan bermimpi untuk mendapatkan bidadari syurga Pakuniran, namun Balia benar-benar akan membangun istana cinta di dalam syurga Firdaus.
Gadis jelita didepannya telah memberi kabar, bahwa kehendak hatinya serupa dengan kehendak dirinya. Lalu senyum gadis yang mampu meruntuhkan singgasana khayalnya itu, merekomendasikan dirinya untuk meminangnya. Kehendak Tuhan pun mulai bersambut.

Balia pergi menelusuri lekuk zaman, memasuki rahasia tanah sang kekasih dan berusaha membangun segala impinya di tanah itu, namun sekelompok ifrit telah merasuk lakon cintanya, mencabik dan meruntuhkan indahnya syair-syair cinta yang membahana di kelopak kalbunya.
Kehendak cinta pada kekasihnya, berhadapan dengan kekuasaan ifrit yang selalu rela menghadirkan kasus lama, seperti Romeo dan Juliet yang tragis itu.

Dalam menejelajahi samudera cinta tentu tidak bisa menghindari batu karang terjal yang menghadang serta hempasan deburan ombak yang menerjang yang siap melahapnya dengan tiupan angin yang menerpa, mencabik-cabik serta menggugurkan bunga-bunga cinta Balia yang mulai bermekaran dalam jiwa Balia.

“Aku disuruh memutuskan hubungan kita, mas …!!!”

Bagai disambar petir, aku hampir jatuh terjungkal di halaman rumah kontrakan. Tanganku gemetar, suaraku seperti terekat.

Mimpi buruk yang kusimpan kemarin lusa, seperti menemukan jawabannya. Aku bermimpi menemukan terjun payung bersamanya, dari ketinggian yang tidak terkira, tapi peristiwa mengerikan menimpaku. Aku meluncur jatuh ke bawah karena gagal parasut. Sebelum menyentuh tanah aku terjaga dari tidur dengan nafas tersenggal-senggal.( hal : 181)

Novel ini tidak hanya menceritakan perjalanan cinta dua anak manusia yang penuh kelokan, tetapi di dalamnya juga terdapat sederetan hikmah juga hentangan ilmu yang dapat di unduh serta di bagikan di dalam menjelajahi kehidupan. Kehidupan di pesantren yang di alami Balia akan secara tidak langsung memberi pengaruh positif bagi pembacanya. Penulis seakan-akan sedang berbagi ilmu dengan pembaca.

Alur cerita yang sederhana, gaya bahasa penegasan menggunakan gaya bahasa Hiperbola, sehingga pembaca bisa larut menikmatinya tanpa terasa. Untuk perbandingannya novel ini menggunakan gaya bahasa Metafora, sehingga indah sekali kalimat-kalimatnya. Membuat pembaca larut merasakan apa yang penulis rasakan. Pembaca seakan tak mau berhenti dan ingin terus membacanya. Ini merupakan nilai lebih dari novel ini.


Desain sampulnya indah serta halaman cukup menarik, namun di luar dari kekurangan dan kelebihannya novel ini juga menyuguhkan bahasa Madura di dalamnya, dan sedikit membuat pembaca sulit memahami serta menambah perbendaharaan kosa kata bahasa daerah bagi yang membacanya.



Selamat Membaca :)

Peresensi: Nur Zaidah

Jumat, 28 Juli 2017

SPEED READING-Jurus Membaca Cepat, Tepat, dan Akurat

                                                                                    
                                                                          
                                                            
               SPEED READING

 Jurus Membaca Cepat, Tepat, dan Akurat 



Judul Buku : Speed Reading, jurus membaca                              cepat, tepat, dan akurat 
Penulis       : M. Hariwijaya
Pra Cetak  : Dewangga
Penerbit     : Tugu Publisher
Cetakan     : I (pertama), Januari 2011
ISBN          : 979 - 3191 - 31 - 7
Jumlah       : 196 hlm, 1 cm


Buku Speed Reading atau cara membaca cepat adalah skill yang dapat memberikan banyak jalan keluar atas semua permasalah an manusia modern yang syarat dengan kesibukan. Sehingga kita dapat memperoleh informasi dan pemahaman dengan cepat, tepat dan akurat.


Pada lembaran awalnya sebuah pengantar dari penulis yang memaparkan tentang bagaimana mengelola sebuah buku agar dapat dinikmati oleh pembaca dan pesan dari penulis bisa tersampaikan dengan tepat. Tentu dalam menulis sebuah buku, paper kecil skripsi atau tulisan lain yang berkwalitas membutuhkan beberpara referensi sehingga tulisan itu bisa mendalam dan luas serta terhindar dari plagiat.

Dengan membaca skimming dan scanning orang akan bisa mendapatkan dan mengetahui hal-hal penting dari suatu buku atau artikel, sehingga banyak mengumpulkan ide, banyak kesempatan untuk menyerap ide.

Ringkasan Buku

Bagaimana seseorang dapat di katakan mampu membaca sebuah buku dengan tingkat pemahaman yang berbeda. Tingkat pemahaman itu bisa didapatkan melalui kebiasaan atau hobi membaca, bisa didapat saat di sekolah, kuliah. Tingkat ketebalan buku juga sangat mempengaruhi daya serap bagi pembaca, baik itu buku fiksi ataupun non fiksi.

Namun tingkat pemahaman seseorang tidak harus didapatkan membaca buku-buku di sekolah atau tempat kuliah, tapi bisa juga didapatkan dari membaca lembaran apa saja bisa dari koran, majalah yang sudah digunakan untuk bungkus apapun. 

Dengan perkembangan teknologi yang semakin maju seseorang terkadang lebih memahami sebuah novel yang difilmkan dari baca membaca secara tekstual. Mungkin mereka menganggap lebih enjoy, dan waktunya cepat selesai. Berbeda dengan membaca membutuhkan waktu yang cukup lama. Tetapi dengan membaca novel sebuah film orang akan mampu mengembangkan imajinasinya secara luas dibanding menonton film penonton akan dibatasi ruang imajinasinya hanya itu-itu saja.

Seseorang yang membaca harus menggerakkan mata dan menggunakan pikiran, tanpa itu seseorang tidak dapat membaca dengan baik. Dengan begitu pembaca dapat menangkap apa yang disampaikan penulis dalam buku tersebut.

Ada beberapa tingkatan membaca yang sengaja disampaikan oleh penulis dalam buku ini, yang 1) membaca tingkat elementer, 2) membaca Inspeksional, 3) membaca Analisis, 4) membaca Sintopikal, 5) membaca Buku Praktis, 6) membaca Kreatif.

Mengenali kerangka buku dan mencari garis besar buku adalah tugas seorang pembaca karena menemukan pernyataan yang lebih pendek, lebih betul dan lengkap adalah akan lebih baik dari yang lain.

Tahapan membaca yang tersebut di atas tidak bisa semuanya dialalmi oleh seorang pemabaca, namun paling tidak bisa dijadikan refleksi, apakah kita tergolong diantara salah satunya.

Isi Singkat

Buku ini dengan sampul yang unik menurut saya, tulisan "SPEED READING" berada di tengah agak ke atas dan beberapa buku berjejer yang ditengahnya dsalah satu buku dibuka oleh seorang pembaca yang bertubuh kecil. Sehingga mampu menjadikan daya tarik tersendiri untuk membuka dan membacanya.

Terdiri dari enam bab, setiap lembaran babnya mampu menggiring pembaca untuk menuntaskan bacaanya lebih lanjut sampai akhir lembannya.

Bab pertama memaparkan tentang kegiatan membaca adalah sebuah hobi yang keren dan berkwalitas. Dengan membaca cepat seseorang akan dapat memperoleh informasi, meningkatkan pemahaman, mendapatkan metode belajar yang efisien, menghilangkan hambatan membaca, membaca secara telegrafis, cepat menemukan ide, membandingkan serta menilai, Skimming Scanning, serta dapat Konsentrasi.

Bab dua menjelaskan tentang tahapan Seep Reading atau membaca cepat, serta ada beberapa tingkatan dalam membaca, anatar lain;

1) Membaca Elementer, membaca tingkat dasar saat di sekolah
2) Pembaca diberi waktu/batasan waktu dalam membaca (Inspeksional)
3) Membaca Analitis, membaca paling baik dan sangat aktif tidak dibatasi, waktu dan untuk memperoleh kepemahaman.
4) Membaca Sintopikal, membandingkan dari beberapa buku dan menyusun buku

 Tahapan Membaca;
1. kesiapan membaca dimulai sejak lahir
2. perkembangan Membaca, dimulai dari membaca buku-buku sederhana 300-400 kata
3. Membaca dengan menenmukan kata-kata yang sulit
4. Membaca dengan menghubungkan ide satu dengan lainnya atau buku lain

Bab tiga, menganalisa buku. 
Seorang pembaca analitis harus mampu menganalisa kerangka buku karena dengan begitu seorang pembaca akan akan memahami. Kesatuan sebuah novel tidak sama dengan kesatuan sebuah buku sejajarah. Begitu juga bagiab-bagian dri jenis yang sama, dan bagian itu pun tidak disusun dalam cara yang sama. tetapi setiap bacaan yang layak dibaca memiliki satu kesatuan dan suatu kerangka penyusunan yang cermat atas bagia-bagiannya. 

Yang kedua menyebutkan kesatuan secara keseluruhan sebuah bacaan dalam satu kalimat saja atau paling banyak dalam tidak lebih dari beberapa kalimat.

Mencatat bagian-bagian yang penting dalm sebuah bacaan dan menunjukkan bagaimana bagaimana bagian-bagian ini disusun dan dihubungkan sebagai suatu keseluruhan antara satu dengan yang lain dan terhadap suatu keseluruhan.

Menulis dan membaca mempunyai hubungan yang saling terkait antara satu dengan lainnya, seperti halnya dengan mengajar dan diajari.
Pembaca berusaha untuk membuka tabir kerangka-menemukannya sedang penulis membuat garis besarnya dang berusaha untuk menyelubunginya. Tujuannya adalah memanfaatkan kepandaiannya sebagai seorang pengarang untuk menyembunyikan kerangka itu.


Membaca buku ini tidak memerlukan banyak waktu, menurut penulis dari buku ini, hanya dibutuhkan waktu sekitar satu jam untuk menyelesaikan buku ini dengan menggunakan kecepatan membaca rata-rata. Jika menggunakan teknik "speed reading" tentu waktu yang digunakan akan lebih sedikit. Dengan menguasai teknik "speed reading" diharapkan pembaca mampu memahami isi dari bacaan dengan lebih cepat 














Puisi-Terima KAsih Ibu Guru

  Puisi  Terima Kasih Ibu Guru Ibu guru ... Katika pagi datang Engkau menyambutku dengan senyum yang ramah Membimbingku bertutur kata yang i...