Selasa, 09 Mei 2017

PADUAN SUARA PERGUNU PAC. KECAMATAN NGORO ; Sangat Memukau saat Performent Perdana



                                                Ketika menyanyikan lagu Indonesia Raya


BULUREJO, 01 Mei 2017 kali pertama tim Paduan Suara PERGUNU PAC.kecamatan Ngoro kabupaten Jombang ketiban sampur untuk meramaikan acara Konferensi Persatuan Guru Nahdlatul 'Ulama yang setiap lima tahun satu kali digelar.

                            Prepare keberangkatan team paduan suara di Kantor MWC Banyuarang

Di sebuah gedung kampus STIT Urwatul Wustqo yang cukup sejuk karena berada tepat di tengah-tengah perkebunan kelengkeng milik Drs.KH. M.Qoyyim Ya'cub atau lebih familiernya dipanggil Gus Qoyyum, pengasuh pondok pesantren Urwatul Wustqo Bulorejo Diwek Jombang, di mana acara ini digelar.

                                                 Selfi bersama ketika hari terahir latihan

Kegiatan ini bertujuan untuk memilih pengurus PAC. PERGUNU kabupaten Jombang periode 2017/2022. Sekaligus tempat diadakannya Seminar Pendidikan dalam rangka meramaikan acara konferensi tersebut

Pada event ini team paduan suara PERGUNU PAC. kecamatan Ngoro menyajikan 5 tembang yang lagi ngehit di dunia ke-NU-an.


                          Usai performent sebagian anggota foto bersama pemateri seminar pak Samsul

Usai pembacaan Gema Wahyu Ilahi team ini tampil dengan performent yang membahana serta elegan yang beranggotakan para dewan guru dari beberapa lembaga pendidikan agama islam di kecamatan Ngoro.

Suara-suara emas dari personil paduan suara sempat menghipnotis para peserta Konferensi, sehingga riuh terdengar tepuk tangan dari mereka semua.

Indonesia Raya adalah lagu wajib yang harus dinyanyikan oleh team paduan suara, diikuti oleh para hadirin dengan berdiri. Dengan khikmat lagu pertama sukses, Mars PERGUNU di urutan ke-dua dan yang ke-tiga syair YALAL WATHON.

Begitu serempaknya padu padan jenis suara, Alto, Sopran, Alto 1, Alto 2, juga Tenor, Bariton, dan Bass larut dalam satu irama musik yang mengalun sendu dan khikmad juga dalam tempo yang energik sehingga menambah hidupnya suasana saat itu yang kebetulan cukup redup karena mentari tertutup mendung.

                                                    Sebagian anggota cantik menunggu jemputan


Kostum dari semua personil team nampak cerah dan terang, batik sulur motif daun juga bunga warna hijau dipadu kuning crem dan di sana sini tampak logo dari PERGUNU  menambah indah serta sedap dipandang mata.

Jilbab warna kuning  Markisah yang menutup aurat bagian atas kepala personil wanita yang menjuntai sampai pinggang dipadu dengan bros mutiara hijau keemasan pada bahu sebelah kanan. Maxi hitam, high hils hitam menambah cantik, feminin, begitu perfectnya juga sangat  mempesona tampilan mereka.

Diiringi oleh musik electone yang begitu piawai dari jejari terampil salah satu anggota PERGUNU kecamatan Ngoro sempat juga memukau para peserta Konferensi. Alunan nada dari tuts-nya electone mampu mengiringi sejumlah lagu yang dibawakan oleh para anggota paduan suara dengan apik.

Dan di penghujung acara usai pembacaan doa, dua tembang dilantunkan oleh team padua suara PERGUNU PAC. kecamatan Ngoro dengan Sholawat Nadliyyah yang endingnya ditutup dengan Keroncong Tanah Airku.

Alhamdulillahirobbil'alamiin pujian juga sanjungan terkhusus buat grop paduan suara PERGUNU PAC. kecamatan Ngoro terus terdengar dari semua peserta konferensi.

Semoga kedepannya grop paduan suara PERGUNU PAC. kecamatan Ngoro bisa Go-Internasional serta manfaat dan barokah. Aamiin ya Robbal'Aalamiin ...

Minggu, 07 Mei 2017

Kesan Pertama Yang Singgah; pada sebuah pertemuan

Pada setiap pertemuan yang sudah direncanakan ataupun tidak diduga. Tentu tidak bisa dipungkiri banyaklah kesan yang singgah di dalam benak mereka. Lalu kesan-kesan itu ada yang diaplikasikan yang positif dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk tulisan ataupun perilaku.



Apabila dalam bentuk tulisan bisa berupa buku harian, cerpen novel, artikel, essay, puisi, prosa dan mungkin dalam bentuk lain. Mungkin ini segi positif yang bisa diambil dari sebuah pertemuan atau kejadian.

Namun kerap kali segi negatif itu ada, gunjingan terhadap kekurangan apapun dalam pertemuan itu entah tempat, makanan hidangan musik, kostum, rupa wajah dan masih banyak lagi. Pembicara yang kurang pas dengan tema, panitia yang kurang komit dan sebagainya.

Gunjingan atau komentar dari beberapa yang hadir itu memang biasa terjadi. Ada sebab ada akibat, ada positif ada negatif, ada pertemuan ada perpisahan. Dan manusia diciptakan Allah pada karakter yang berbeda, pribadi yang dewasa ada, juga yang kekanak-kanakan.

Semua itu disebabkan karena setiap kesan yang di petik oleh seseorang kemudian mengutarakan komentarnya itu tergantung pada latar belakang pendidikannya apa, keadaan ekonominya bagaimana. Cara asuh kedua orang tua bagaimana, lingkungan mereka tinggal juga sangat berpengaruh dalam membentuk sebuah opini atau pendapat.

Bijaksananya sebuah opini yang dibarengi dengan nasehat adalah sebuah karakter komentator yang baik. Namu  juga sebaliknya. Yah begitulah efek dari sebuah peristiwa yang sudah diplaning, apa lagi yang tidak direncanakan.


Oleh, Nur Zaidah

Jombang, 08 Mei 2017

Kamis, 04 Mei 2017

RABINDRANATH TAGORE

                       
               RABINDRANATH TAGORE

                  - Sebuah Pengantar Kritis -


Rabindranat Tagore, seorang sosok fenomental mendunia melalui adikarya dan pemikirannya yang monumental. Citra manusia universal yang membangun ideologinya melalui nilai-nilai tradisional. Penentang imperealisme Barat abat 19, serta penggagas perjodohan Timur dan Barat, seorang Gurudewa dan humanis sejati yang syair-syairnya syarat seruan lembut cinta kemanusiaan dan kedamaian.

Gandhi menjulukinya "the Great Santinel", Prototipe sastrawan India paresellance yang kata-katanya sarat dengan aroma spiritual dan mistisme yang dalam. Dia layak disejajarkan dengan penulis-penulis besar lainnya. Banyak yang menyebutnya sebagai Goethe dari India, sebagian menempatkannya sebagai kutub perjumpaan Shakespear, Goethe dan Voltaire. D.S Sarma menjulukinya sebagai "Leonardo da Vinci Renaissance India". Hadiah Nobel Kesusatraan diperolehnya tahun 1913 lewat mahakaryanya Gitanyali; the Song of Offering.

Kelahirannya

Bungsu dari tujuh putra dan anak ke-14 dari Maharshi Debendranath itu bernama Rabindranat Tagore, lahir dari kultur keluarga yang kaya dan aristokerat tanggal 6 Mei 1861 di jantung kota Kalkuta Joransko. Dan di Kalkuta pula dia meninggal pada tanggal 17 Agustus 1941.

Tahun 1875 tulisan-tulisan Tagore sudah banyak dicetak dalam bentuk puisi. Sekitar 7000 baris sajak berhasil ia tulis saat usia 18 tahun. Sama sepertiShakespeare ia memanfaatkan segala sesuatu yang berhsil singgah di benaknya.

Menikah dengan Mrinalini seorang gadis berusia sepuluh tahun dan nyaris sedikit buta huruf tahun 1883. Baginya menikah adalah sebuah penawar untuk melanjutkan lirik, naskah drama, cerita novel, cerita essay. Kemashurannya semakin menjadi, kepiawaiannya seorang pemimpi, sang penyair, sang pencipta melodi, penyulam khayalan, berhasil melaksanakan tugas dari ayahnya.

Gitanyali, adalah sekumpulan lirik atau prosa yang terlahir dari sebuah peristiwa yang membuat dia berduka, dikala dia mendengar panggilan Sang Maha Agung, catatan suci Sang Peniup Seruling, Sang Penyair Alam dan Manusia yang mulai merindukan Tuhan. Dia kehilangan istri dan dua anak (seorang putri dan seorang putra). Namun dia tidak mau mengotori lautan Dewa Keindahan dengan duka cita pribadi. Dan puisi adalah menjadi bahasa komunikasi yang tinggi bagi dirinya serta dia tulis dalam bahasa Bengali. 

Tahun 1912, bulan Nopember Tagore menerjemahkan prosanya ke dalam bahasa Inggris. Dan tahun 1913 dia mendapatkan penganugerahan Nobel di bidang satra. Tahun 1920 dia mendirikan Universitas Wiswabharati di Santiniketan, serta berkelilng dari negara Timur sampai Barat untuk mengumpulkan dana sekaligus mengangkat harkat India dimana-mana. Dengan berjalannya waktu dia tidak menerima dengan adanya ketidakadilan politik dan ketiakadilan lainnya.

Ini adalah salah satu reaksi Tagore sebagai seorang penyair terhadap tragedi Jallianwalah Bagh, ceritannya kepada Maitraiya Dewi:

       "... Kini aku bisa mengingat betapa berat dan tak tertangguhkannya penderitaan yang aku rasakan. Aku tak habis pikir - apa memang apa memang tidak ada jalan keluar?-tidak ada obat penawar? Apakah kita tidak bisa memberikan jawaban apa pun? Apa kita tidak bisa melakukan apa-apa? Jika kita harus menahannya semua ini, rasanya tidak mungkin menjalani hidup. Maka aku menulis surat itu(kembali ke masa mudanya) malam itu. Aku membutuhkan waktu sampai jam enam pagi, abru sesudah itu tidur ... Tetap membisu, sementara protes bergejolak dalam hati, karena diam memang bijak; dan hanya berbicara pada saat yang tepat - itu bukan caraku."

Jenius dan Brilian

Pria ini lebih agung dari karyanya, sekali pun kita bisa mendekatinya hanya lewat sejumlah karya-karyanya. Kita dibuat takjub oleh si-Jenius Brilian ini ujar Buddhewa Bose 'Kendala besar dalam memberikan apresiasi yang tepat terhadap Tagore  adalah bahwa dia banyak menulis, tak tertandingi berlimpah dan beraneka ragam bisa dibandingkan dengan karya Goethe."

Ketika Tagore menulis drama, novel, cerpen, sang penyeru bidang politik, filsafat, pendidikan, sang penyair tidak bisa mengatur kecepatan maupun nadanya, membuat puisi itu menjadi elan, sang jiwa yang lainnya tak lebih menjadi penampilan permukaan. Rabindranat adalah jiwanya, Tagore adalah kerangkanya. 

Rabindranat adalah sang penyair, si anak abadi, mahluk intuisi dan ketakjuban yang tidak pernah tua, dia adalah perupa keindahan penyanyi lagu-lagu dan pemberi cinta dan kehidupan. Tagore juga seorang kepala rumah tangga, pejuang, internasionalis, dan humanis yang agung.

Karyanya

Tagore memang tidak salah disebut sang Jenius dan Brilian, disamping penulis puisi, dia juga penulis cerpen, novel serta naskah drama.

Karya-karyanya antara lain:
1.   Gitanyali; kumpulan puisi dalam bahasa Bengali yang digambarkan sebagai "Lagu Sesembahan." 
      didalamnaya termasuk gubahan-gubahan dari kumpulan puisi Naiwedya, Kheya, Gitismalaya. 
      Gitanyali disebut sebagai "pernmata puisi religius bahasa Inggris" oleh orang barat. Pada         
      penerbitan   pertama tampak pada baris awal mempunyai kekuatan mengucapkan hati; "Engkau           telah membuatku abadi, demikianlah kesenangan-Mu."
      Ada yang menarik dalam kumpulan puisi ini yang berjudul "Reminiscences"
      "Tapi apakah seseorang penulis puisi untuk menjelaskan sesuatu? Sesuatu terasa dalam hati dan        berusaha keluar untuk mencari bentuknya dalam puisi."
      Misalkan apakah artinya 'aroma' sekuntum bunga? Mungkin seseorang akan berkkata, "aroma itu       adalah kebahagiaan universal yang terwujud dalam bunga?' tapi puisi ditulis dalam kata-kata, dan       kata-kata dianggap memiliki makna. Itulah sebabnya penulis harus mengolahnya dalm metrum 
      dan bait", sehingga makna bisda disamarkan dan perasaan memiliki kesempatan untuk 
      mengekspresikan dirinya.

2.  The Gardener, The Crescen Moon; terbit tahun 1913 yang merupakan puisi dari terjemahan lagu- 
     lagu yang ditulis Tagore sebelum Gitanyali. Karya ini lahir karena rasa duka Tagore yang 
     mendalam kehilangan anak dan istrinya. The Crescen Moon mengajak kita masuk ke dalam 
     rahasia kehidupan anak yang penuh khayalan, humor, derma dan kebijaksanaan primordial.
     Ini yang saya suka; "Mereka meronta dan berkelahi, mereka gamang dan putus asa, tak ada akhir 
                                 bagi perselisihan mereka".
                                "Biarkan hidupmu hadir di antara mereka bagaikan nyala cahaya, anakku, tanpa 
                                  kerlap-kerlip dan murni, dan menyenangkan mereka dalam keheningan...
                                 Biarkan mereka melihat wajahmu, anakku, sehingga tahu makna segala hal; 
                                 biarkan mereka mengasihimu dan akhirnya saling mengasihi.

3.  Fruit, Gathering, Lover's Gift and Crosing, adalah naskah puisi.

4.  The Child, puisi panjang terjemahan bahasa Inggris lalu diterjemahkan ke dalam bahasa Bengali. 
     Puisi ini terbagi dalam 10 bagian. Ada yang menarik juga saya cuplik sedikit 
          "Adimanusia yang kelahirannya di dunia ini memenuhi makna kehidupan sementara ...yang 
           kedatangannya telah dinantikan bumi selama berabad-abad.'

5.  The Fuigitive and Other Poems adalah puisi yang menjadi jalan pembuka bagi Tagore untuk 
     menuju dunia drama.

6.  Citra adalah naskah drama yang paling menarik dari naskah drama lainnya, menurut Krishna 
     Kripalani ini adalah drama yang tanpa cacat. Drama paling indah kata Edward Thomson, dan kata 
     Masti Venkatesa Iyengar naskah ini sangat indah."

7.  The King of The Dark Chamber, naskah drama tentang pengembaraan jiwa dalam berbagai 
     usahanya untuk mengenal Tuhan

8.  The Post Office, juga naskah drama, petualangan bersama Tuhan membuat manusia sembuh jiwa 
     raga.

9.  Muktha-Dara (1922), Red Oleanders (1924), Natir Puja (1926), naskah drama.

10.  Cerita Pendek, tagore menulisnya pada dekade 1890 dan merupakan penulis cerpen terbaik. 
       Hampir 100 cerita ditulis Tagore dalam antologi bahasa Inggris, misalnya; Glimpses of Bengal 
       Life (1913), Tehe Hunry Stones (1916), Masbi (1918), Broken Ties (1925), The Parrot's Training        (1944), dan The Runaway (1959).

11.  Novel, dari puluhan novel Tagore yang "Choker Bali" adalah pencapaian pertamanya. Novel 
      lainnya antara lain, Naukhaduni (1905), Sesber Kavita (1929), Jogajog (1930). Gora (1910) 
      adalah       karya fiksi Tagoore yang paling ambisius.

12.  The Home and The World (1916), Four Chapters (1934), novel politik.


Teramat jelas sekali bahwa Tagore adalah pemegang perana penting dalam renaissans India. Tagore hadir sebagai seorang penyelaras dan berusaha membangun jembatan pemahaman yang bertahan lama antara manusia dengan alam, manusia dan mesin, manusia dan Tuhan.


Oleh; Nur Zaidah





















Minggu, 16 April 2017

BERKAH SHOLAWAT NABI YA ROSULALLAH


                 

                              Berkah Sholawat Nabi Ya Rosulallah ...

NADA suara dentuman seribu bahkan jutaan  rebana mengiringi alunan senandung kidung sholawat untuk Nabi Muhammad SAW.

Alunan nada-nada indah itu bergantian secara rapi keluar dari hasil pukulan lembut nan semangat dari personil-personil cantik grop Qosidah UPTD kecamatan Ngoro. Dipadu dengan gerakan koreografer yang energik sehingga mampu memukau para dewan juri serta penonton yang begitu riuhnya.

Tembang yang dibawakan oleh seorang vokal yang cukup mumpuni dari salah satu personil grop tersebut, menambah waw penampilan mereka ber-13.

Sholawat Cinta adalah tembang pertama, di susul dengan Ya Rolallah.

Tak pelak lagi juara 2 disabet oleh grop pendatang baru ini yang nota bene belum mempunyai jam terbang sama sekali.

Namun Sekali mengepakkan sayap, satu tujuan pun cepat tercapai.

Awal yang menggemparkan bagi penduduk kota Ngoro saat ini, grop Qosidah UPTD kecamatan Ngoro telah mengukir namanya dengan indah di jagad Musik Rebana.

Semoga kedepannya lebih indah dan barokah. Aamiin ...


Shollu 'Alaa Muhammad
Shollu 'Alaihi wasallim ...

#myhijabmyadventure #rebanaindonesia #fashionmuslimah  #qosidahuptdngoro

Jumat, 25 November 2016

Begitu Mulianya Seorang Guru

Guru adalah seseorang yang telah berjasa kepada kita, pahlawan sepanjang waktu sepanjang masa. Dan bukanlah pahlawan yang harus di hargai pada waktu tertentu.

Kita flash back sebentar, siapakah diri kita sebelumnya di banding saat ini?
Bukankah kita yang semula tidak pernah mengenal huruf, sekarang kita bisa mengeja serta membaca bahkan kita bisa mengapresiasi karya seseorang?
Bukahkah kita yang semula tiada bisa menulis, sekarang kita mampu menulis bahkan bisa menghasilhkan sebuah karya.

Guru ibarat sebuah lilin yang rela meleleh untuk menerangi kegelapan.

Jasa seorang guru tidak dapat dinilai dengan suatu apapun, mereka telah mengorbankan segalanya demi anak didiknya untuk meraih cita-cita. Hingga kita bisa meraih kesuksesan. Menjadi seorang presiden, menteri, gubernur, bupati, polisi, TNI, dan masih banyak lagi kesuksesan lainnya.



Guru mengajarkan pada kita akhlak yang mulia, memberikan ilmu dengan segenap kasih sayangnya, sehingga kita bisa menjadi pribadi yang sholeh sholiha yang mampu mengamalkan
serta mengembangkan ilmu yang kita peroleh di dalam mesyarakat dan bermanfaat bagi sesama.

Allah meberikan balasan untuk guru atau pendidik yang mengajarkan kebaikan/pelajaran yang bermanfaat sama seperti orang yang melakukannya.

Rasulullah SAW bersabda;
"Barang siapa mengajarkan/menunjukkan kebaikan pahalanya sama dengan orang yang melakukan kebaikan itu". (HR.Muslim dari Ibnu Mas'ud dalam kitab Faidul Qadir, juz 6. Hal. 127. Penulis; Al-Imam Al-Manawy)

Oleh karena itu seorang guru mendapat kedudukan yang istimewa dalam Islam. Guru ibarat seorang Mubaligh yang mendakwahkan ilmu Allah kepada manusia.

Allah SWT. berfirman;

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

 Artinya; "Allah akan meninggikan orang di antara kamu dan orang-orang yang di beri ilmu pengetahuan beberapa derajat dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan (QS. Al-Mujadalah, 11)

Hadits lain juga menyebutkan;
"Jadilah engkau sebagai guru atau pendengar, atau pencinta dan janganlah kamu menjadi orang kelima, sehingga kamu menjadi rusak,"

Rasulullah SAW. bersabda;
"Tinta para ulama lebih tinggi nilainya dari pada darah para syuhada'," (HR.Abu Daud dan Tirmizi).

Nasehat Imam Asy-Syafi'i;
"Aku melihat pemilik ilmu hidupnya mulia walau ia dilahirkan dari orangtua terhina. Ia terus menerus terangkat hingga pada derahat tinggi dan mulia ...

Islam mengajarkan kepada kita untuk menghormati guru, memuliakannya, bukan karena kekayaan, wajah tampan atau kecantikannya. Namun tidak lain adalah karena kemulian ilmu yang diajarkannya.

Ujung tombak keberhasilan anak didik adalah tergantung pada peran guru, berhasil tidaknya sebuah pendidikan serta sepandai apapun siswa tersebut adalah tidak lepas dari bimbingan seorang guru. Oleh karena itu guru merupakan profesi yang sangat mulia dalam membentuk generasi muda yang beriman dan bertakwa.

Al-Ghazali membuat perumpamaan seorang guru;
"Perumpamaan guru dengan murid adalah bagaikan ukiran dengan tanah liat dan bayang-bayang dengan sepotong kayu, maka bagaimanakah tanah liat itu bisa terukir indah, padahal ia material yang tidak sedia dan bagaimana pula bayng-bayang itu menjadi lurus padahal kayu yang bersinar itu bengkok,'(Fatiyah Hasan, 1964;49-56).

Al-Ghazali juga mengatakan;
"Seseorang yang berilmu dan mengamalkan ilmunya itu dialah yang disebut orang besar di semua kerajaan langit, dia bagaikan matahari yang menerangi alam sedangkan ia mempunyai cahaya dalam dirinya seperti minyak kasturi yang mengharumi orang lain karena ia harum, seorang yang menyibukkan dirinya dalam mengajar berarti dia telah memilih pekerjaan terhormat". 

Semoga kita yang berprofesi sebagai guru selalu semangat dalam mengamalkan  ilmu demi membentuk generasi muda penerus bangsa yang beriman, bertakwa. Marilah kita tingkatkan peran kita sebagai motivator bagi anak didik kita.
Semoga niat baik kita senantiasa mendapatkan ridho Allah SWT. Aamiin .....



Sumber:
http;//ponpesabuhroiroh.com
www.suara-islam.com
www.smart.sch.id
www.tafsir.web.id
http;//muslimah.or.id

Selamat Hari Guru Nasional dan hari PGRI yang ke-71

Demikian sedikit tulisan ini semoga bermanfaat.

Oleh; Ca Ha Ya 







Rabu, 23 November 2016

Wisuda bukanlah akhir dari segalanya


Wisuda bukanlah akhir dari segalanya.

Wisuda hanya sebuah prosesi kelulusan secara resmi dan khidmat yang dilakukan sebuah universitas atau sekolah tinggi tertentu kepada mahasiswa ataupun mahasiwi yang menyelesaikan pendidikannya di tingkat oerguruan tinggi.






Setelahnya sebuah gelar menyandangnya, dan bukan bukanlah sekedar sebongkah  hiasan yang tertulis di belakang namanya.
Namun adalah sebuah tanggung jawab akademis yang harus direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.



Semoga wisuda yang selama ini dilaksanakan tidak hanya sebagai acara seremonial belaka, dan memakai baju toga serta foto-foto yang expresif. Namun di balik iu adalah sebuah tonggak sejarah baru untuk menjelajahi cakrawala kehidupan yang kompleks dengan segala pernak pernik warnanya.

Semoga ilmu yang kami dapatkan menjadi manfaat dan berkah. Aamiin ..ya Robbal 'Aalamiin ...

Penulis, Ca Ha Ya

Surabaya, 14 Oktober 2016

Kamis, 03 November 2016

Fadhilah Surat Kahfi

                                            SURAT KAHFI



Surat ini terdiri dari 110 ayat, termasuk dari golongan surat Makiyyah. Di sebut surat "Al Kahfi" karena artinya "Gua" dan "Ashabul Kahfi" artinya; "Penghuni-penghuni gua". Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surat Al Kahfi pada ayat 9 sampai dengan ayat 26, tentang beberapa anak muda yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya. 


Selain cerita tersebut, terdapat pula cerita-cerita yang lain, yang kesemuanya itu mengandung itibar dan pelajaran hidup yang berharga bagi insan di bumi.


Dr. Muhammad Bakar Isma’il dalam Al-Fiqh al Wadhih min al Kitab wa al Sunnah menyebutkan bahwa diantara amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan pada malam dan hari Jum’at adalah membaca surat Al-Kahfi. (Al-Fiqhul Wadhih minal Kitab was Sunnah).
Waktu membaca surat Al-Kahfi adalah sejak terbenamnya matahari pada hari Kamis sore sampai terbenamnya matahari pada hari Jum’at.
Imam Al-Syafi’i rahimahullah dalam Al-Umm menyatakan bahwa membaca surat al-Kahfi bisa dilakukan pada malam Jum’at dan siangnya berdasarkan riwayat tentangnya. (Al-Umm, Imam al-Syafi’i: 1/237).


Fadhilah Surat Al Kahfi,
1. Barang siapa membaca surat Kahfi pada hari Jum'at maka memancarlah cahaya dari bawah kakinya sampai ke atas langit dan akan meneranginya pada hari kiamat serta diampunilah dosanya.
sebagaimana firman Allah Ta’ala:
يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ
Pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka.” (Qs. Al-Hadid: 12)

2.Barang siapa membaca surat Kahfi pada hari Jum'at maka ia akan diberi cahaya yang meneranginya pada hari antara kedua Jum'at.
Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallambersabda,
مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ سَطَعَ لَهُ نُوْرٌ مِنْ تَحْتِ قَدَمِهِ إِلَى عَنَانِ السَّمَاءَ يُضِيْءُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَغُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ
Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua jumat.” (HR. Abu Bakr bin Mardawaih dalam tafsirnya dengan isnad yang tidak apa-apa. Dari kitab at-Targhib wa al- Tarhib: 1/298)
3.Barang siapa membaca surat Kahfi sebagaimana ia diturunkan, membacanya adalah menjadi cahaya baginya di hari kiamat sejauh tempat ia berdiri sampai Mekah.

Nabi Muhammad SAW. juga bersabda:

"Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi sebagaimana ia diturunkan, maka pembacaan itu menjadi cahaya baginya di hari kiamat sejauh tempatnya berdiri hingga Mekkah".(HR. Al Hakim' At Targhib 3 : 36)


Sumber; 
Terjemah Majmu' Sayarif, Ahmad Sunart
http://www.mirajnews.com/id/keutamaan-surah-al-kahfi/84355
http:www.inovasidakwah.com/2016/02

Puisi-Terima KAsih Ibu Guru

  Puisi  Terima Kasih Ibu Guru Ibu guru ... Katika pagi datang Engkau menyambutku dengan senyum yang ramah Membimbingku bertutur kata yang i...