SURAT KAHFI
"Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi sebagaimana ia diturunkan, maka pembacaan itu menjadi cahaya baginya di hari kiamat sejauh tempatnya berdiri hingga Mekkah".(HR. Al Hakim' At Targhib 3 : 36)
http:www.inovasidakwah.com/2016/02
Surat ini terdiri dari 110 ayat, termasuk dari golongan surat Makiyyah. Di sebut surat "Al Kahfi" karena artinya "Gua" dan "Ashabul Kahfi" artinya; "Penghuni-penghuni gua". Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surat Al Kahfi pada ayat 9 sampai dengan ayat 26, tentang beberapa anak muda yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.
Selain cerita tersebut, terdapat pula cerita-cerita yang lain, yang kesemuanya itu mengandung itibar dan pelajaran hidup yang berharga bagi insan di bumi.
Dr. Muhammad Bakar Isma’il dalam Al-Fiqh al Wadhih min al Kitab wa al Sunnah menyebutkan bahwa diantara amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan pada malam dan hari Jum’at adalah membaca surat Al-Kahfi. (Al-Fiqhul Wadhih minal Kitab was Sunnah).
Waktu membaca surat Al-Kahfi adalah sejak terbenamnya matahari pada hari Kamis sore sampai terbenamnya matahari pada hari Jum’at.
Imam Al-Syafi’i rahimahullah dalam Al-Umm menyatakan bahwa membaca surat al-Kahfi bisa dilakukan pada malam Jum’at dan siangnya berdasarkan riwayat tentangnya. (Al-Umm, Imam al-Syafi’i: 1/237).
Fadhilah Surat Al Kahfi,
1. Barang siapa membaca surat Kahfi pada hari Jum'at maka memancarlah cahaya dari bawah kakinya sampai ke atas langit dan akan meneranginya pada hari kiamat serta diampunilah dosanya.
sebagaimana firman Allah Ta’ala:
يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ
“Pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka.” (Qs. Al-Hadid: 12)
2.Barang siapa membaca surat Kahfi pada hari Jum'at maka ia akan diberi cahaya yang meneranginya pada hari antara kedua Jum'at.
Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallambersabda,
مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ سَطَعَ لَهُ نُوْرٌ مِنْ تَحْتِ قَدَمِهِ إِلَى عَنَانِ السَّمَاءَ يُضِيْءُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَغُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ
“Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua jumat.” (HR. Abu Bakr bin Mardawaih dalam tafsirnya dengan isnad yang tidak apa-apa. Dari kitab at-Targhib wa al- Tarhib: 1/298)
3.Barang siapa membaca surat Kahfi sebagaimana ia diturunkan, membacanya adalah menjadi cahaya baginya di hari kiamat sejauh tempat ia berdiri sampai Mekah.
Nabi Muhammad SAW. juga bersabda:
"Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi sebagaimana ia diturunkan, maka pembacaan itu menjadi cahaya baginya di hari kiamat sejauh tempatnya berdiri hingga Mekkah".(HR. Al Hakim' At Targhib 3 : 36)
Sumber;
Terjemah Majmu' Sayarif, Ahmad Sunart
http://www.mirajnews.com/id/keutamaan-surah-al-kahfi/84355

Tidak ada komentar:
Posting Komentar