Adab
Silaturrahmi
Oleh: Nur Zaidah
Judul Buku : Adab Silaturrahmi
Penerbit : CV. Artha Rivera
Penulis : M. Fatih Masrur
Miftahul Asror
Tebal : 1,2 cm, 223 hlm
Cetakan : 1 (pertama) 2007
ISBN/ISSN : 979-026-049-8
Silaturrahmi
Oleh: Nur Zaidah
Judul Buku : Adab Silaturrahmi
Penerbit : CV. Artha Rivera
Penulis : M. Fatih Masrur
Miftahul Asror
Tebal : 1,2 cm, 223 hlm
Cetakan : 1 (pertama) 2007
ISBN/ISSN : 979-026-049-8
Silaturrahmi adalah sebuah ajaran yang sudah dikenal sejak zaman
pra-Islam dan sudah menjadi ciri khas masyarakat jahiliyah. Yang dimaksud
bersilaturrahi adalah orang yang memiliki inisiatif untuk menyambung hubungan
kekeluargaan kepada kerabatnya yang semula pernah putus.Dan bukan hanya sekedar
karena membalas adanya pemberian, hadiah, kunjungan namun memiliki makna yang
lebih luas dari itu.
Banyak media yang digunakan serta dimanfaatkan untuk menjalin
silaturrahmi. Juga banyak manfaat yang diambil oleh pelaku silaturrahmi, material
ataupun spiritual, di dunia dan di akhirat nanti.
Dalam buku ini juga disinggung tentang tradisi halalbihalal, yang juga yidak asing lagi, khususnya bagi umat Islam di Indonesia, tradisi halalbihalal dapat dijadikan momentum emas untuk menjalin silatueahmi.
Adab-adab sesama manusia sebagai pilar utama silaturahmi, memutuskan tali silaturahmi (qat'u silatirrahim), baik dari segi hukum, akibat-akibatnya di dunia maupun di akhirat, sebab-sebab terjadinya, dan kiat untuk membangun kembali jalinan silaturahmi yang telah putus.
*******
Dalam buku ini juga disinggung tentang tradisi halalbihalal, yang juga yidak asing lagi, khususnya bagi umat Islam di Indonesia, tradisi halalbihalal dapat dijadikan momentum emas untuk menjalin silatueahmi.
Adab-adab sesama manusia sebagai pilar utama silaturahmi, memutuskan tali silaturahmi (qat'u silatirrahim), baik dari segi hukum, akibat-akibatnya di dunia maupun di akhirat, sebab-sebab terjadinya, dan kiat untuk membangun kembali jalinan silaturahmi yang telah putus.
*******
Buku ini dengan sampul warna hitam serta judul tulisan warna merah
di padu kuning mawar menambah kesan yang cukup menarik serta sederhana. Dengan
tebal 1,2 cm, dan tebal buku 223 halaman.
Pada Bab pertama berisi tentang Silaturrahmi dalam Islam serta
makna, media dan keutamaan silaturrahmi.
Silaturrahmi adalah menyambung tali kasih sayang,
"gemar bersilaturrahmi akan menimbulkan perasaan akrab, saling mengerti dan saling memahami, sehingga terjalin hubungan komunikasi yang baik dan bahkan sangat mungkin akan terjalin kerja sama."
Karena itu kita bisa menjalin silaturrahmi sebagai aset kebahagiaan dan kesuksesan hidup kita baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Nabi Muhammad SAW., bersabda;
Tidaklah di sebut wᾱṣil (orang yang bersilaturrahmi) orang yang membalas kunjungan atau pemberian tetapi yang disebut wᾱṣil adalah orang yang pernah menyambung hubungan yang pernah putus."(H.R. Bukhari)
Silaturrahmi hukumnya wajib menurut kesepakatan sebagian ulama, sedangkan memutus tali silaturrahmi adalah hukumnya haram. Qadhi iyad juga berpendapat bahwa silaturrahmi adalah wajib, sedangkan memutuskan tali silaturrahmi termasuk kemaksiatan yang besar.
Banyak sekali media yang dimanfaatkan atau digunakan untuk menjalin silaturrahmi. Di antara bentuknya adalah mengunjungi sanak kerabat, memberikan hadiah, menyantuni fakir miskin, menjamu para tamu, ikut bergembira dengan kebahagiaan orang lain, ikut berbela sungkawa atas musibah yang menimpanya, menjenguk saudara yang sedang sakit, memenuhi undangan dan lain sebagainya.
Mengapa silaturrahmi itu penting? Karena di dalamnya banyak sekali keutamaan (fadhilah) yang didapatkan baik kepentingan dunia maupun akhirat, antara lain;
1.Silaturrahmi adalah indikator keimanan seseorang kepada Allah SWt. dan Hari Akhir.
2.Silaturrahmi adalah amalan yang uatama yang dicintai Allah.
3.Silaturrahmi adalah akhlak yang baik dantermasuk sebaik-baik akhlak.
4.Orang yang bersilaturrahmi tergolong orang yang baik.
5.Dapat mengantarkan seseorang menuju surga dan menjauhkannya dari neraka.
6.Silaturrahmi dapat meringankan hisab pada hari kiamat.
7.Menghindarkan seseorang dari kematian yang buruk.
8.Melapangkan rizki dan memperpanjang umur.
9.Orang yang bersilaturrahmi dicintai Allah.
10.Amalan yang menyebabkan terkabulnya doa.
11.Amal terpuji yang dapat menangkal musibah.
12.Cara seorang anak berbakti kepada orang tuanya yang telah meninggal.
13.Dapat menaikkan derajad seseorang. (hal, 45-67)
Silaturrahmi merupakan perintah Allah yang wajib ummat Islam laksanakan sesuai dengan ayat yang terkandung dalam Al Quran Surah ar-Ra'd [13] 21.
Lalu siapa saja yang wajib diprioritaskan dalam bersilaturrahmi? Yang utama silaturrahmi kepada orangtua lalu kerabat dekat dan jauh, kemudian anak yatim, orang-orang miskin.
Namun seiring waktu tingkatan-tingkatan silaturrahmi di atas berkembang menjadi model silaturrahmi yang lebih luas, semisal forum silaturrahmi pelajar, mahasiswa, silaturrahmi alumni pesantren dan lain sebagainya.
*******
Bab kedua, berisi tentang penjelasan etika dan kiat dalam silaturrahmi.
Agar silaturrahmi membuahkan hikmah maka harus diniati dengan tulus karena untuk mencari ridha Allah, yang kedua mengetahui waktu yang tepat, ketiga sesuai dengan apa yang diatur dalam Islam yakni: anggota keluarga, kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, para tetangga, sahabat, ibnu sabil dan hamba sahaya.
Arah yamg dikehendaki dari halalbihalal adalah terciptanya hubungan yang harmonis, yang semula membeku menjadi cair kembali, yang semula terbelenggu menjadi terbebaskan, dan yang semula bermasalah menjadi terdamaikan.
Menjelang hari raya 'Idul Fitri banyak kita jumpai slogan, spanduk, kartu lebaran ucapan dari SMS (Short Massage Send) yang bertuliskan kalimat "Mohon maaf lahir dan batin, Minal 'Aidin wal Faizin."
Makna yang terkandung di dalam ungkapan "mohon maaf lahir dan batin" adalah tingkat pemaafan yang diajarkan dalam Al-Quran, jika ketiga unsur ini terpenuhi yakni, unsur memaafkan, berlapang dada menghapus kesalahan orang lain, dan mengampuni (maghfirah), maka pemaafan akan dianggap sempurna.
*******
Pada bab ke-lima membahas adab terhadap sesama manusia adalah pilar utama dalam Silaturrahmi.
Orangtua adalah hamba Allah yang menjadi perantara hadirnya kita di dunia ini. Mereka yang merawat kita dengan penuh kasih sayang, membesarkan, mendidik, dan mencukupi segala kebutuhan kita secara lahir dan batin. Jasanya tiada yang bisa menandingi di seluruh dunia ini.
Sesuai dengan Firman Allah dalam surah Luqman ayqt 14;
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambahm dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu. Hanya kepada Aku kembalimu. (Q.S. Luqman [31]: 14).
Sudah selayaknya kita berbakti kepada orangtua baik di dalam masa kenidupannya atau pun ketika sudah tiada.
Beberapa cara berbakti kepada kedua orangtua:
-mematuhi perintah dan laranganya
-memuliakan dan mengagungkan keduanya
-berbuat baik kepada keduanya
-mendoakan dan memohonkan ampunan bagi keduanya, melaksanakan janji, menyambung tali silaturrahmi dengan kerabat dan teman-teman mereka. (153-154)
Begitu juga dengan saudara, Islam mengajarkan untuk menghormati saudara yang lebih tua, serta mengayomi, menyayangi terhadap saudara yang lebih muda.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda,
"Berbaktilah kepada ibu dan bapakmu, kemudian saudara perempuanmu, saudara laki-lakimu, lalu saudara yang di bawahmu, dan di bawahmu lagi." (H.R. Hakim)
Nah terhadap keluarga kita sendiri harus saling menghormati, suami menghormati istri dan begitu sebaliknya. Sehingga dapat terjalin menjadi keluarga yang sakinah.
Hubungan suami istri dapat terjalin dengan baik apabila antara hak dan kewajiban berjalan seimbang sesuai ajaran Islam.
Amanah, cinta dan kasih sayang, tanggung jawab haruslah seimbang sesuai pada tempatnya, suami melaksanakan hak dan kewajiban dengan semestinya. Begitu juga sang istri melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai perintah agama.
Islam juga mengajarkan adab terhadap kerabat, tetangga, dan sesama muslim.
Allah memberikan nilai istimewa atas kebaikan hambanya terhadap kerabat melebihi kebaikan yang ia lakukan terhadap orang lain.
Rasulullah bersabda,
Tetangga adalah orang yang tinggalnya berdekatan dengan kita. Islam menganjurkan untuk menjalin hubungan baik dan harmonis dengan tetangga.
Nabi Muhammad saw. bersabda,
"Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia mengjotmati tetangganya." (H.R. Bukhari dan Muslim)
5.Dapat mengantarkan seseorang menuju surga dan menjauhkannya dari neraka.
6.Silaturrahmi dapat meringankan hisab pada hari kiamat.
7.Menghindarkan seseorang dari kematian yang buruk.
8.Melapangkan rizki dan memperpanjang umur.
9.Orang yang bersilaturrahmi dicintai Allah.
10.Amalan yang menyebabkan terkabulnya doa.
11.Amal terpuji yang dapat menangkal musibah.
12.Cara seorang anak berbakti kepada orang tuanya yang telah meninggal.
13.Dapat menaikkan derajad seseorang. (hal, 45-67)
Silaturrahmi merupakan perintah Allah yang wajib ummat Islam laksanakan sesuai dengan ayat yang terkandung dalam Al Quran Surah ar-Ra'd [13] 21.
Lalu siapa saja yang wajib diprioritaskan dalam bersilaturrahmi? Yang utama silaturrahmi kepada orangtua lalu kerabat dekat dan jauh, kemudian anak yatim, orang-orang miskin.
Namun seiring waktu tingkatan-tingkatan silaturrahmi di atas berkembang menjadi model silaturrahmi yang lebih luas, semisal forum silaturrahmi pelajar, mahasiswa, silaturrahmi alumni pesantren dan lain sebagainya.
*******
Bab kedua, berisi tentang penjelasan etika dan kiat dalam silaturrahmi.
Agar silaturrahmi membuahkan hikmah maka harus diniati dengan tulus karena untuk mencari ridha Allah, yang kedua mengetahui waktu yang tepat, ketiga sesuai dengan apa yang diatur dalam Islam yakni: anggota keluarga, kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, para tetangga, sahabat, ibnu sabil dan hamba sahaya.
"Jika dilandasi dengan harapan untuk memperoleh ridha Allah, niat untuk bersilaturrahmi akan dicatat sebagai amal yang baik dan berpahala. Sebaliknya silaturrahmi yang diniatkan untuk tujuan duniawi hanya akan menghasilkan sesuatu sesuai dengan apa yang diniatkan."
*******
Pada bab tiga, memaparkan tentang halalbihalal sebagai momentum bersilaturrahmi.
Tradisi halalbihalal yang dilakukan oleh ummat Islam Indonesia setelah melaksanakan Ibadah Puasa Ramadan 1 bulan penuh. Saling maaf memaafkan di saat Hari Raya 'Idul Fitri, Kegiatan ini memiliki tujuan mulia memperbaiki kembali hubungan antar sesama yang mungkin belum terurai karena berbagai persoalan yang terjadi. Diharapkan hubungan kemanusiaan (hablun minannas) akan menguat kembali setelah hubungan dengan Allah swt. (hablun minallah) terajut dengan baik selama bulan suci Ramadan.
Arah yamg dikehendaki dari halalbihalal adalah terciptanya hubungan yang harmonis, yang semula membeku menjadi cair kembali, yang semula terbelenggu menjadi terbebaskan, dan yang semula bermasalah menjadi terdamaikan.
Menjelang hari raya 'Idul Fitri banyak kita jumpai slogan, spanduk, kartu lebaran ucapan dari SMS (Short Massage Send) yang bertuliskan kalimat "Mohon maaf lahir dan batin, Minal 'Aidin wal Faizin."
Makna yang terkandung di dalam ungkapan "mohon maaf lahir dan batin" adalah tingkat pemaafan yang diajarkan dalam Al-Quran, jika ketiga unsur ini terpenuhi yakni, unsur memaafkan, berlapang dada menghapus kesalahan orang lain, dan mengampuni (maghfirah), maka pemaafan akan dianggap sempurna.
*******
Pada bab ke-lima membahas adab terhadap sesama manusia adalah pilar utama dalam Silaturrahmi.
Orangtua adalah hamba Allah yang menjadi perantara hadirnya kita di dunia ini. Mereka yang merawat kita dengan penuh kasih sayang, membesarkan, mendidik, dan mencukupi segala kebutuhan kita secara lahir dan batin. Jasanya tiada yang bisa menandingi di seluruh dunia ini.
Sesuai dengan Firman Allah dalam surah Luqman ayqt 14;
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambahm dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu. Hanya kepada Aku kembalimu. (Q.S. Luqman [31]: 14).
Sudah selayaknya kita berbakti kepada orangtua baik di dalam masa kenidupannya atau pun ketika sudah tiada.
Beberapa cara berbakti kepada kedua orangtua:
-mematuhi perintah dan laranganya
-memuliakan dan mengagungkan keduanya
-berbuat baik kepada keduanya
-mendoakan dan memohonkan ampunan bagi keduanya, melaksanakan janji, menyambung tali silaturrahmi dengan kerabat dan teman-teman mereka. (153-154)
Begitu juga dengan saudara, Islam mengajarkan untuk menghormati saudara yang lebih tua, serta mengayomi, menyayangi terhadap saudara yang lebih muda.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda,
"Berbaktilah kepada ibu dan bapakmu, kemudian saudara perempuanmu, saudara laki-lakimu, lalu saudara yang di bawahmu, dan di bawahmu lagi." (H.R. Hakim)
"Rumah yang paling disukai Allah adalah rumah yang terdapat jalinan kasih sayang dan keharmonisan hubungan di antara para penghuninya."
Nah terhadap keluarga kita sendiri harus saling menghormati, suami menghormati istri dan begitu sebaliknya. Sehingga dapat terjalin menjadi keluarga yang sakinah.
Hubungan suami istri dapat terjalin dengan baik apabila antara hak dan kewajiban berjalan seimbang sesuai ajaran Islam.
Amanah, cinta dan kasih sayang, tanggung jawab haruslah seimbang sesuai pada tempatnya, suami melaksanakan hak dan kewajiban dengan semestinya. Begitu juga sang istri melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai perintah agama.
Islam juga mengajarkan adab terhadap kerabat, tetangga, dan sesama muslim.
Allah memberikan nilai istimewa atas kebaikan hambanya terhadap kerabat melebihi kebaikan yang ia lakukan terhadap orang lain.
Rasulullah bersabda,
"Bersedekah kepada orang miskin akan mendapat (pahala) sedekah satu kali, sedangkan bersedekah kepada anak kerabat akan mendapat (pahala) sedekah dua kali, yaitu (pahala) sedekah dan (pahala) silaturrahmi." (H.R. Bukhari dan Muslim).
Nabi Muhammad saw. bersabda,
"Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia mengjotmati tetangganya." (H.R. Bukhari dan Muslim)
Muslim adalah orang yang sentiasa menebarkan rasa aman dan membawa rahmat serta kedamaian kepada semua orang, terlebih kepada tetangga.
Setiap muslim mempunyai hak dan kewajiban yang sama seperti muslim yang lain.
Mengucapkan salam ketika berjumpa, sebelum mengajak berbicara. Mengucapkan "yarhamukallah" bila mendengar saudaranya bersin dan mengucap "alhamdulillah". Orang yang bersin mengucapkan "yahdikumullah wayuslih balakum."
Menjenguk bila sakit dan mendoakannya, mengurusi jenazahnya bila meninggal, menasehati bila minta nasehat, mencintainya sebagaimana kita mencintai diri kita sendiri. Memberikan pertolongan, tidak menimpakan keburukan atau sesuatu yang dibenci, bersikap rendah hati dan tidak sombong. Tidak mendiamkannya lebih dari tiga hari, tidak menggunjingnya atau mengolok-oloknya. Tidak melakukan kecurangan atau penipuan kepadanya, tidak melanggar perjanjian dengannya, bersikap pemaaf dan menutupi aib saudaranya.
Nabi saw. bersabda,
"Tidaklah seseorang bersikap rendah hati karena Allah, melainkan Allah mengangkat (derajat)nya." (H.R. Muslim)
Nabi saw. bersabda,
"Allah tidak menambah kepada seorang hamba yang memaafkan kecuali kemuliaan." (H.R. Muslim)
*******
Pada bab ke lima, penjelasan tentang memutuskan tali silaturrahmi, akibatnya serta sebab-sebab terjadinya putus silaturrahmi.
Memutuskan tali silaturrahmi disebut dengan istilah "qat'ur rahim hukumnya haram, sebagaimana diterangkan dalam Al-Quran mengutuk pelakunya dalam: 1) surah Muhammad [47]: 23; 2) Surah ar-Ra'd [13]: 25; dan 3) Surah al-Baqarah [2]: 27." (hal,179)
"Memutuskan silaturahmi dapat mengakibatkan retaknya hubungan kekeluargaan, menghapus kasih sayang, dan mengundang laknat Allah swt."
Rasulullah saw. bersabda,
"Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan (silaturahmi)." (H.R. Bukhari dan Muslim)
Putusnya silaturrahmi di dalam keluarga terjadi karena beberapa sebab, antara lain;
-tidak memahami keutamaan silaturahmi dan tidak ,engetahui akibat buruk yang terjadi serta dosa yang ditimbulkannya.
-sombong dan bakhil
-sifat dan perilaku buruk (dengki, ,menfitnah, pemarah, buruk sangka, khianat, dusta, adu domba, menjatuhkan martabat, tidak bisa mengendalikan lisan, sula menyakiti hati orang lain).
-perceraian
-jarah tempat tinggal berjauhan
-persengketaan
-permasalahan harta warisan
-perilaku suami istri yang buruk
-penyambutan secara berlebihan
-sengketa dalam bisnis
-terputus hubungan persaudaraan yang lama
-berlebihan dalam bergurau
-kurang perhatian terhadap sanak kerabat yang berkunjung (hal, 196-201)
Namun ada beberapa hal yang dapat dijadingan renungan agar senantiasa tidak menjadikan terputusnya tali silaturahmi,
-merenungkan dan memahami akibat buruk yang ditimbulkan dari memutuskan tali silaturahmi baik di dunia ataupu di akhirat
-apa pun kedudukan, pangkat, dan harta yang dimiliki jangan sampai menimbulkan sifat sombong dan kikir terhadap sanak keluarga.
-hilangkan rasa malas untuk berkunjung ke rumah kerabat yang jauh tempatnya
-pahamilah kerabat yang dekat sama halnya dengan tetangga
-sambutlah kerabat yang berkunjung dengan ramah dan sederhana (hal,205-209)
Namun ada beberapa hal yang dapat dijadingan renungan agar senantiasa tidak menjadikan terputusnya tali silaturahmi,
-merenungkan dan memahami akibat buruk yang ditimbulkan dari memutuskan tali silaturahmi baik di dunia ataupu di akhirat
-apa pun kedudukan, pangkat, dan harta yang dimiliki jangan sampai menimbulkan sifat sombong dan kikir terhadap sanak keluarga.
-hilangkan rasa malas untuk berkunjung ke rumah kerabat yang jauh tempatnya
-pahamilah kerabat yang dekat sama halnya dengan tetangga
-sambutlah kerabat yang berkunjung dengan ramah dan sederhana (hal,205-209)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar