Hitam dan putih, ada dan tiada, siang dan malam, baik dan buruk, matahari dan bulan, langit dan bumi, laki-laki dan perempuan, besar dan kecil, tua dan muda, pintar dan bodoh, sombong dan rendah hati, pendek dan tinggi, lapar dan kenyang.
Apa jadinya jika Allah menciptakan segalanya sendiri-sendiri, semua mahluk laki-laki. Tiada siang melengkapi. Hanya kegelapan mewarnai, hanya ada kejahatan dan sebaliknya.
Apakah begitu menyenangkan? Tidak bukan?
Ah saya tidak bisa membayangkan semua itu. Syukurlah Allah menciptakan segalanya berpasangan.
Seluruhnya berpasang-pasangan, Allah menyeimbangkan segala yang ada di bumi, langit dan seisinya.
"Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa-apa yang mereka tidak ketahui.” [Yaa Siin 36:36]
Begitu juga penduduk langit di ciptakan berimbang, Malaikat dan Syetan. Kerugian dan keberuntungan. Kecintaan dan ketaatan, Hidayah dan Rahmat, dunia akhirat, musibah dan bersyukur.
Dalam realita kehidupan semisal,
Santan Kelapa dan Airnya
Santan kelapa banyak mengandungi kolestrol. Hampir 90 persen daripada 100 ml santan mengandung kolesterol. Namun dalam masa yang sama, Allah turut menyediakan ubat di dalam sebiji kelapa di mana airnya merupakan antara ubat yang baik sebagai penawar kepada keracunan.
Setiap penyakit ada obatnya
Rasulullah s.a.w telah bersabda yang maksudnya:”Bahawa Allah telah menurunkan penyakit dan ubat dan dijadikan kepada setiap penyakit ada ubatnya, berubatlah tetapi jangan berubat dengan benda-benda yang haram.” (Riwayat Abu Daud)
Antara penyakit dan ubatnya yang Allah jadikan di satu perumah yang sama ialah :
Sayap Kiri dan Kanan Lalat Rumah
Nabi Muhammad saw bersabda yang bermaksud, “Jika seekor lalat jatuh ke dalam minuman kamu, rejamkannya ke dalam air. Satu sayapnya mengandungi racun manakala satu sayap lagi mengandungi penawar.” (Hadis riwayat Bukhari, bilangan 537, jilid 4).
Perkara yang sama dicatatkan juga dalam hadis yang diriwayatkan oleh imam Ahmad, Abu Daud, at-Tahawi, Said bin Khalid dan Thumamah ibn Abdullah ibn Anas.
Lalat dilengkapkan penciptaannya oleh Allah dengan kandungan penawar pada sayap sebelah kanan dan racun di sayap kiri. Apabila merasa terancam, seperti kakinya terlekat di dalam air mekanisma pertahanan diri akan bertindak secara spontan. Sayap sebelah kiri dikepak mencecah air agar racun yang dimiliki berupaya menewaskan musuh.
Namun begitu, biasanya air yang melekat pada sayapnya tidak mampu memberi kekuatan kepadanya untuk terus terbang. Ketika itu, sayap sebelah kanannya masih lagi tidak mencecah air. Justeru kitalah yang terpaksa menyelamkan lalat ke dalam air bagi memastikan racun yang terserak dineutralkan semula.
Begitu Agungnya Maha Suci Allah dengan segala firman-Nya.
Jombang, 6 Oktober 2016
Sumber,
http://zilzaal.blogspot.co.id/2013/07/segala-sesuatu-ciptaan-allah-selalu.html

Bagus banget bund....terkadang kita tidak menyadari akan hal itu....kalu semuanya serba berpasangan dan berimbang.....
BalasHapus